Kemudahan dan Kegunaan Bantuan PKH bagi Masyarakat Kurang Mampu

Kemudahan dan Kegunaan Bantuan PKH bagi Masyarakat Kurang Mampu

Solok, (InfoPublikSolok) – Kemudahan dan kepraktisan bantuan dirasakan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Solok, mereka bisa mencairkan uang di ATM atau Bank, serta mendapatkan beras dan telur di warung-warung yang telah di tentukan, salah satunya di e-Warung Bungo Pandan.

Manfaat bantuan PKH yang digagas oleh jajaran Kementerian Sosial RI ini dirasakan oleh Ilma Yenti yang berusia 33 tahun, suaminya berprofesi sebagai penjual Cincau keliling, dan beralamat di jalan Pandan Ujung, RT. 01, RW. 01 Kelurahan Pasar Pandan Airmati Kecamatan Tanjung Harapan.

“Sejak tahun 2018, saya dapat bantuan PKH dan sudah saya ambil uangnya sebanyak 5 kali, dan tahun 2019 ini sudah saya ambil pula uang sebesar Rp. 500 ribu,” jelasnya saat ditemui di e-warung Bungo Pandan, Selasa (25/6). Melalui bantuan ini Ilma Yenti merasa lega karena kebutuhan kebutuhan dasar rumah tangga seperti beras, telur dan keperluan sekolah anak semata wayangnya terpenuhi.

Dengan kartu PKH itu, selain uang, Ia juga mendapatkan beras dan telur di e- warung tersebut, yang mana warung tersebut ialah milik bersama ibu-ibu penerima bantuan PKH juga.

“Uang bisa diambil di ATM, beras dan telur juga bisa diambil di e Warung Bungo Pandan,” ujar Ilma Yenti. Ia bercerita, beras yang diterimanya sama seperti dengan beras yang dijual pada umumnya rasanya enak, Ia juga mendapatkan telur 30 butir, pengambilan bantuan tersebut diambil tanggal 25 setiap bulannya.

Di tengah keterbatasan ekonomi, Ilma Yenti juga bersyukur, anaknya yang bersekolah di SMK N 3 Kota Solok, sekarang akan duduk di bangku kelas 2 juga menerima bantuan KIP (Kartu Indonesia Pintar), memperoleh bantuan uang sebesar Rp. 1 juta untuk keperluan sekolah.

E-Warung tersebut dipantau langsung oleh Shinta Widya selaku pendamping dana PKH. Untuk memudahkan komunikasi, para penerima bantuan tersebut membentuk kelompok yang terdiri dari 30 orang dan mengadakan pertemuan sebulan sekali, dan dari sanalah ibu-ibu pendamping menampung berbagai masalah yang timbul dan mengingatkan penerima bantuan agar segera mengambil bantuan setiap waktu yang telah ditentukan, baik bantuan berupa uang maupun beras dan telur. (vpu)

Tags: , , , ,