Kota Solok Asistensi penyusunan Pohon kinerja RPJMD dengan Menpan & RB

Kota Solok Asistensi penyusunan Pohon kinerja RPJMD dengan Menpan & RB

Solok, (InfoPublikSolok) – Pemerintah Daerah Kota Solok melakukan pembahasan pohon kinerja RPJMD Kota Solok Tahun 2021-2026 dengan narasumber dari Kementerian PAN dan RB, di aula Bappeda Kota Solok pada Sabtu (27/02/2021). Acara ini dipimpin oleh Kepala Bappeda Kota Solok, Jonedi, dan diikuti oleh Tim Penyusun RPJMD Kota Solok. Karena masih dalam keadaan pendemi Covid-19 maka pembahasan dengan Kementerian PAN dan RB ini dilakukan secara daring yang difasiltasi oleh Dinas Kominfo Kota Solok.

Dalam acara ini bertindak sebagai narasumber Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementrian PAN & RB, Ronald Andrea Annas. Dalam pemaparannya narasumber menjelaskan pentingnya pohon kinerja guna mencapai visi dan misi Kepala Daerah. Dari pohon kinerja akan terlihat kondisi apa yang harus diciptakan dan Perankat Daerah apa yang akan melaksanakannya agar terwujud apa yang dicita-citakan oleh Kepala Daerah.

“Jika perlu perangkat daerah yang tidak terlibat langsung dalam pencapaian visi dan misi Kepala Daerah cukup diberi anggaran untuk biaya rutin saja. Di luar negeri yang telah menggunakan konsep dynamic government, Perangkat Daerah yang tidak terlibat dalam pencapaian misi kepala daerah dapat dihapus,” papar Ronald.

“Menerapkan dynamic government sangat erat kaitannya dengan percepatan implementasi reformasi birokrasi. Salah satu ciri dynamic government adalah birokrasi yang berorientasi pada hasil,” tambah Narasumber dari Kementrian PAN&RB

Berjalannya program pemerintahan yang dinamis itu ditandai beberapa hal, pertama, penyelenggaraan pemerintahan berorientasi pada prinsip efektif, efisien, dan ekonomis. Kedua program difokuskan untuk mewujudkan outcome yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Ketiga seluruh instansi pemerintah menerapakan manajemen kinerja yang didukung dengan penerapan sistem berbasis elektronik. Terakhir, setiap individu memiliki kontribusi yang jelas terhadap kinerja unit kerja.

Selanjutnya beliau menambahkan supaya tidak ada lagi istilah bagi-bagi kue dalam proses penyusunan anggaran. Sebagai contoh, jika hanya ada 5 perangkat daerah yang terlibat langsung dalam pencapaian misi kepala daerah namun agar semua perangkat daerah kebagian anggaran akhirnya dipaksakan pohon kinerjanya melibatkan semua Perangkat Daerah. Akibatnya anggaran yang seharusnya bisa maksimal digunakan untuk pencapaian misi kepala daerah jadi tecerai berai untuk hal-hal yang tidak terkait langsung dengan misi Kepala Daerah. Hal ini, menurut narasumber merupakan salah satu penyebab kegagalan pencapaian visi dan misi Kepala Daerah.

Terkait dengan pohon kinerja RPJMD yang telah disusun oleh tim Penyusun RPJMD beliau menegaskan bahwa kalimat yang digunakan adalah kalimat pernyataan kondisi yang diinginkan. Merupakan bahasa perintah/bahasa delegasi dari Kepala Daerah untuk dijawab oleh OPD, sudah menjadi isu yang harus diselesaikan, merupakan hubungan sebab akibat yang lansung berkaitan.

Turut hadir dalam pembahasan ini Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, M. Safni, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Susweni,  Kepala BKD, Novirna Hendayani, Sekretaris Dinas Kominfo Lusya Adelina, dan Tim Penyusunan RPJMD Kota Solok. (ds).

Tags: , , , , , ,