Kota Solok Miliki Fasilitas Rehabilitasi Narkoba di Puskesmas Nan Balimo

Kota Solok Miliki Fasilitas Rehabilitasi Narkoba di Puskesmas Nan Balimo

Solok, (InfoPublikSolok) – Kota Solok kini telah memiliki rumah rehabilitasi bagi pecandu narkotika, psikotropika, dan obat terlarang (Narkoba). Fasilitas kesehatan untuk memulihkan korban keganasan Narkoba ini diberi nama Rumah Rehabilitasi Narkoba Ahdyaksa Al-Madinah, berlokasi di Kompleks Puskesmas Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok.

Operasional instalasi rumah rehab Narkoba ini diresmikan oleh Kepala Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Barat, Yusron, SH, MH di Puskesmas Nan Balimo, Rabu (28/12) yang turut didampingi oleh Wali Kota Solok, Zul Elfian Umar.

Dalam sambutannya, Kajati Sumbar memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas kesedian dan usaha Pemerintah Kota Solok dalam mendirikan rumah rehabilitasi Adhyaksa sebagai fasilitas rehabilitasi medis rawat inap bagi penyalah guna, pecandu, dan Korban penyalah guna narkotika.

Sistem peradilan pidana saat ini cenderung pada aspek penghukuman, tercermin dari jumlah penghuni lembaga permasyarakatan yang melebihi kapasitas (overcrowding) dan sebagian besar merupakan narapidana tindak pidana Narkoba.

“Isu overcrowding ini telah menjadi perhatian serius masyarakat dan pemerintah, oleh karenanya dibutuhkan reorientasi kebijakan penegakan hukum dalam penanganan perkara tindak pidana penyalahgunaan Narkoba,” kata Kajati.

Reorientasi kebijakan penegakan hukum dimaksud, direalisasikan oleh Jaksa Agung melalui penerbitan pedoman Nomor 18 Tahun 2021, dimana dalam pelaksanaan tugas dan wewenang kejaksaan di bidang penuntutan dilakukan melalui optimalisasi lembaga rehabilitasi.

“Jaksa selaku pengendali perkara berdasarkan asas dominus litis dapat melakukan penyelesaian perkara tindak pidana penyalahgunaan Narkoba melalui rehabilitasi pada tahap penuntutan,” ungkapnya.

Penyelesaian penanganan perkara tindak pidana penyalahgunaan narkotika melalui rehabilitasi merupakan mekanisme yang tidak dapat dipisahkan dari pelaksanaan keadilan restoratif, dengan semangat untuk memulihkan keadaan semula yang dilakukan dengan memulihkan pelaku tindak pidana penyalahgunaan Narkoba yang bersifat victimless crime.

“Penyelesaian penanganan perkara tindak pidana penyalahgunaan Narkoba melalui rehabilitasi dilakukan dengan mengedapankan keadilan restorative dan kemanfaatan (doelmatigheid), serta mempertimbangkan asas peradilan cepat, sederhana, dan biaya ringan, asas pidana sebagai upaya terakhir (ultimum remedium), cost and benefit analysis, dan pemulihan pelaku,” jelas Kajati.

Lebih lanjut Yusron menyampaikan bahwa pelaksanaan rehabilitasi Narkoba untuk penyalahguna, pecandu, dan korban tidak akan dapat terwujud kecuali adanya sinergitas antar kelembagaan dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya dan fasilitas yang dimiliki.

“Besar harapan kami bahwa berdirinya rumah rehabilitasi ini adalah langkah visioner yang berkelanjutan dan kami berharap seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Solok maupun cabang Kejari Solok dapat memanfaatkan fasilitas ini bekerja sama dengan Pemerintah Kota Solok, sehingga terwujudnya solok yang bersih dari Narkoba dapat tercapai” tutup Kajati.

Sebelumnya, Wali Kota Solok H. Zul Elfian Umar mengatakan, pembangunan di bidang kesehatan diarahkan guna tercapainya kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Jika hal ini dapat terwujud maka suatu bangsa akan memiliki sumber daya manusia yang handal yang dapat memajukan bangsanya.

“Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini seluruh bangsa di dunia termasuk Indonesia sedang menghadapi ancaman yang sangat serius tentang penyalahgunaan dan kejahatan yang berkaitan dengan Narkoba. Hal ini dapat mengancam generasi muda kita, untuk itu mari kita bersama-sama mencegah dan mengatasi penyakit sosial dan kejahatan yang berhubungan dengan narkoba ini,” ajak Wako.

Lebih lanjut Wako menyampaikan bahwa ketergantungan terhadap Narkoba ini harus dicegah sedini mungkin. Untuk itu sebelum terlambat, petugas kesehatan diharapkan mampu memberi masukan atau dorongan penyalahgunaan Narkoba itu dapat dicegah dan dikendalikan.

“Berdasarkan informasi yang diberikan oleh BNK Kabupaten Solok bahwa angka pecandu di wilayah kerja BNK Solok terus meningkat dari tahun ke tahun dan 75% dari pecandu itu merupakan warga yang berdomisili di Kota Solok.

“Para pecandu Narkoba ini sebenarnya harus dilakukan rehabilitasi tetapi karena sarana yang kurang maka mereka dititipkan di Lapas yang membuat mereka malah menjadi lebih berat karena penanggulangannya yang kurang tepat,” sebut Wako.

Wako sangat berharap pada Rumah Rehabilitasi ini yang merupakan pengembangan dari pelayanan kesehatan Institusi Penerima Wajib Lapor Puskesmas Tanjung Paku dapat dimanfaatkan masyarakat Kota Solok sehingga Kota Solok bebas dari Narkoba.

Rumah rehabilitasi ini sebagai bentuk alternatif bagi tempat rehabilitasi sekaligus dukungan pemerintah dan masyarakat terhadap program keadilan restoratif jaksa agung. Tidak hanya itu, Rumah Rehabilitasi ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan nantinya tidak hanya memulihkan para pecandu namun juga dapat mencegah dan menyosialisasikan bahaya Narkoba kepada masyarakat.

“Menanggulangi narkoba bagus, namun akan lebih baik jika tidak ada yang menggunakan Narkoba sama sekali,” harap Wako.

“Sayangi diri sendiri, keluarga dan pekerjaan dengan tidak terlibat Narkoba. Bahaya Narkoba tidak hanya akan merugikan kesehatan, juga dapat berurusan dengan penegak hukum. Untuk itu bersama kita perangi Narkoba,” tegas Wako.

Selaku pimpinan daerah, Zul Elfian juga mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh instansi yang terkait, dari awal tercetusnya ide pendirian Rumah Rahabilitasi Narkoba ini di Kota Solok sehingga hari ini bisa diresmikan.

Pada kesempatan itu, sebelum dilakukan pengguntingan pita tanda mulai berfungsinya rumah rehabilitasi Narkoba Ahdyaksa Al-Madinah, juga dilakukan penandatangan kerjasama antara Pemerintah Kota Solok dan Kejaksaan Negeri Solok disaksikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat terkait Penyelenggaraan Pelayanan Rehabilitasi Narkoba Kota Solok.

Turut hadir, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Kajari Solok, Andi Metrawijaya, Kapolres Solok Kota AKBP Ahmad Fadilan, Wakil Ketua DPRD Kota Solok, Bayu Kharisma, Ketua LKAAM, KAN, Bundo Kanduang, Ketua DPD LPMK, Kepala OPD terkait, Camat dan Lurah setempat.

Acara dilanjutkan dengan Ramah Tamah jajaran Kejati Sumatera Barat dengan Pemerintah Kota Solok, bergeser di Balairung 99 Rumah Dinas Wali Kota Solok. Pada acara ramah tamah, Kajati berkesempatan memberikan pengarahan di hadapan seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Solok.

Tags: , ,