KP3 Kota Solok Lakukan Evaluasi Ketersediaan Pupuk Bersubsidi

KP3 Kota Solok Lakukan Evaluasi Ketersediaan Pupuk Bersubsidi

Solok (infopubliksolok) – Pupuk merupakan kebutuhan utama petani dalam melakukan pertanaman padi, khususnya padi sawah. Tanpa pupuk, hasil panen tidak optimal dan petani akan merugi. Mahalnya harga pupuk menyebabkan petani tidak mampu membeli pupuk yang cukup untuk usaha taninya. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian selama ini selalu memberi subsidi untuk pupuk tertentu yang diperlukan petani, seperti Urea, SP36, NPK, ZA dan Pupuk Organik.

Untuk mengevaluasi aktivitas terkait pupuk bersubsidi seperti penebusan dan distribusi serta mendengarkan informasi dari produsen, distributor dan pengencer maka Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kota Solok menyelenggarakan Rapat Koordinas di Ruang Rapat Walikota Solok, Kamis (18/07/2019).

Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, Ikhvan Marosa beserta jajarannya, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Solok, Milda Murniati, DPKUKM Asnil Zaini, Polresta Solok Fredy Iskandar, Kejari Solok Yan Subiyono, Perwakilan PT. Pupuk Iskardar Muda, Perwakilan PT. Petrokimia Gresik, distributor, pengencer dan penyuluh pertanian pada Dinas Pertanian.

Dalam pembukaan, Kepala Dinas Pertanian Ikhvan Marosa menyampaikan pentingnya pengawasan pupuk agar ketersediaannya lancar, luas lahan sawah Kota Solok yang semakin berkurang dan rencana sistem penyaluran pupuk bersubsidi dengan menggunakan Kartu Tani yang terintegrasi dengan Bank Mandiri, tuturnya.

Sementara itu, Penyuluh menyampaikan alasan terkait rendahnya tingkat penebusan yang terjadi pada pupuk Urea dan Organik. Sampai bulan Juni 2019, tingkat serapan Pupuk Urea masih 39,61% dan Pupuk Petroganik masih 9,8%.

Namun sebaliknya, kewaspadaan terjadi pada Pupuk SP36. Serapan yang telah mencapai 90,24% per 30 Juni 2019 menyebabkan diperlukan realokasi pupuk SP36 agar pertanaman padi tidak terganggu.

Perwakilan Produsen, Distributor dan Pengencer menyampaikan keluhan terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsid yang tidak mengakomodir biaya transportasi (produsen ke distributor, distributor ke pengencer dan pengencer ke kelompok tani) dan upah angkut pada setiap tingkatan.

Dalam kesimpulan rapat, secara umum Kota Solok belum menemui kendala yang berarti terkait ketersediaan pupuk bersubsidi dan petani tidak kesulitan untuk mendapatkan pupuk untuk usaha taninya (fa).

Tags: , , , , , ,