Literasi Dalam Membangun Ekonomi Masyarakat

Literasi Dalam Membangun Ekonomi Masyarakat

Solok, (infopubliksolok) – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) mengadakan Webinar literasi dalam membangun ekonomi masyarakat melalui Aplikasi Zoom Metting. Acara tersebut diikuti oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Solok Wadirman, beserta jajaran, secara daring yang bertempat di studio mini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok, Selasa (20/10/2020).

Pelaksanaan Webinar literasi dalam membangun ekonomi masyarakat ini dibuka oleh Drs. Muhammad Syarif Bando, MM Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan narasumber dr. Sofyan Tan, Anggota Komisi X DPR RI dan Ir. Halen Purba, MM Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Propinsi Sumatera Utara.

Syarif menyampaikan “Perpustakaan Nasional RI tidak akan berhenti dan diam untuk menggerakan bagaimana semangat literasi masyarakat dibangun, bagaimana menumbuhkan kegemaran mambaca masyarakat di fasilitasi selalu dalam semua kesempatan dan dengan siapa pun, bahwa bangsa Indonesia khususnya generasi milenial adalah keturunan nenek moyang pembaca di dunia dengan menempatkan Indonesia adalah salah satu bangsa yang pernah mencatat sejarah kepemilikan asara terbesar sampai sekarang belum ada yang mengalahkannya,” jelas Syarif.

Lebih lanjut Syarif Bando menjelaskan, “Literasi dalam kedalaman pengetahuan terdiri dari 4 tingkat literasi yaitu kemampuan mengumpulkan sumber-sumber bahan bacaan, kemampuan memahami apa yang tersirat dari yang tersurat, kemampuan mengemukakan ide atau gagasan baru, teori baru, dan kreativitas serta inovasi baru dan kemampuan menciptakan barang atau jasa yang bermutu,” ungkap Syarif.

Pada kegiatan Webinar ini, Anggota Komisi X DPR RI dr. Sofyan Tan menyampaikan “Tugas dari DPR RI dalam mitra perpustakaan nasional RI yaitu bahwa anggata DPR memiliki 3 kewajiban atau 3 tugas yakni membuat undang-undang, registrasi, membuat anggaran dan melakukan pengawasan. Dimasa yang akan datang, yang memberikan dampak ekonomi adalah pariwisata dan ekonomi kreatif. Dengan membaca bisa memiliki peluang yang lebih baik, dengan membaca dapat memiliki ilmu pengetahuan dengan membudayakan gemar membaca di sekolah-sekolah dan juga dirumah,” jelas Sofyan Tan.

“Di sekolah peran pustakawan tugasnya tidak lebih ringan dari guru-guru. Jika guru mendapatkan sertifikasi tentunya pustakawan juga perlu, pustakawan-pustakawan yang dapat mengisi perpustakaan dengan baik dan dapat mengelola perpustakaan dengan baik, selain sertifikasi juga perlu diberikan penghargaan, sama seperti yang diterima guru,” ungkap Sofyan Tan.

Dalam materinya Ir. Halen Purba, MM Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Propinsi Sumatera Utara menjabarkan “Pengembangan literasi terdiri dari minat dan kebiasaan atau kegemaran membaca tinggi, motivasi dan realisasi belajar sepanjang hayat cukup besar (kapan saja, dimana saja dan untuk apa saja), tidak malas, wawasan dan pengetahuannya luas, inovatif dan produktif, terampil dan tangkas dalam menghadapi permasalahan hidup dan tidak cengeng, jiwa kemandirian, rasa percaya diri dan etos kerja cukup tinggi, serta mampu mengambil langkah yang tepat,” ungkap Halen.

Lebih lanjut Halen mengungkapkan pemberdayaan perpustakaan dalam penguatan literasi yakni salah satunya dengan program pengembangan budaya dan pembinaan perpustakaan yaitu dengan meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana perpustakaan, mengembangkan infrastruktur TIK untuk mendukung layanan perpustakaan, mengadakan promosi, sosialisasi, pameran serta pembudayaan gemar membaca, melaksanakan pengembangan kopetensi dan profesionalitas pustakawan, meningkatkan dan memelihara koleksi naskah kuno dan meningkatkan kerjasama, pengembangan dan pembinaan dengan semua jenis perpustakaan. (jij)

Tags: , , , , , ,