Masterplan Solok Smart City Menuju Babak Akhir

Masterplan Solok Smart City Menuju Babak Akhir

Solok, (InfoPublikSolok) – Pemko Solok kembali mengambil langkah untuk mewujudkan wilayah kota yang telah mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola sehari-hari, dengan tujuan untuk  efisiensimemperbaiki pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan warga di Kota Solok, (11-12 November 2019).

Pada kesempatan ini, Dinas Kominfo Kota Solok mengadakan penyusunan masterplan, Bimtek ketiga terkait perkembangan Smart City, di ruang rapat Walikota Solok. Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Diskominfo, Lusya Adelina, Kabid Pengelolaan Informasi dan Media Komunikasi Publik, Mukhni beserta staf , tim pelaksana dari OPD, serta Kementerian Komunikasi dan Informatika, dr. Hasyim Gautam dan Direktur City Asia, Hari Kusdaryanto.

Sekretaris Kominfo, Lusya Adelina mengucapkan terima kasih kepada tim pelaksana yang hadir atas apresiasi yang telah diberikan selama ini untuk mewujudkan ‘Kota Pintar’ di Kota Solok, “Semoga kedepannya kita bisa memberikan perubahan terkait perihal Smart City yang akan kita perluas lagi kedepannya,” tutur sekdis.

Hari Kusdaryanto selaku narasumber, menyampaikan konsep Smart City dapat berpengaruh positif yang besar mulai dari menyelesaikan masalah keamanan warga kota, penumpukan sampah dan sebagainya. Salah satu unsur Smart City yaitu Smart Living, merupakan konsep yang efisien, lebih murah dan cepat dalam pembangunan, teknologi baru dapat mengurangi biaya, juga menambah umur yang panjang bagi suatu bangunan.

Selanjutnya, Hari Kusdaryanto memaparkan, untuk merumuskan Kampung Cerdas, kita harus memperhatikan pelayanan serta infrastruktur kelurahan dan yang terpenting adalah partisipasi masyarakat terhadap lingkungan akan membantu untuk mewujudkan Smart City (Kota Pintar).

“Banyak sekali infrastruktur yang harus ditingkatkan Pemko Solok dalam melaksanakan Smart City ini, seperti mobilitas kota, revitalisasi pasar, sungai, minimal kota bisa membahagiakan masyarakat dengan cara yang sederhana,” jelas Direktur City Asia ini.

Baca juga : https://infopublik.solokkota.go.id/bimtek-pendampingan-smart-city-kota-solok/

Kemudian narasumber kedua dari Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan, selain dari pihak pemerintah, pihak swasta juga berkewajiban berpartisipasi membantu mewujudkan konsep Smart City di Indonesia, “Saat ini ada Matakota yang membantu masyarakat ataupun pemerintah memasukkan beragam informasi seperti kemacetan lalu-lintas, bencana alam, tindak kriminal, maupun informasi anak hilang. Ada juga Qlue yang memungkinkan masyarakat di berbagai kota menyampaikan keluhan terkait kondisi fasilitas umum,” ujar Hasyim Gautama.

Beberapa kota besar di Indonesia sudah mulai mengadopsi konsep Smart City. Sebut saja Jakarta yang memiliki program “Jakarta Smart City” sejak 2014 lalu. Surabaya juga terus menerapkan Inovasi guna menjadi Smart City, misalnya dengan menerapkan sistem tilang online bagi pengemudi kendaraan bermotor yang melakukan pelanggaran lalu lintas. tambah Kementerian Komunikasi dan Informatika meyemangati tim pelaksana. (gra)

.

Tags: , , , , , , ,