Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal Melalui Entrepreneurship

Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal Melalui Entrepreneurship

Solok, (InfoPublikSolok) – Pandemi Covid-19 telah berdampak terhadap pelemahan perekonomian global, secara umum situasi ini juga berbarengan dengan melimpahnya ketersediaan angkatan muda produktif yang dituntut memiliki daya saing agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Tak terkecuali di Kota Solok, besarnya output angkatan muda terdidik perlu untuk segera dilakukan upaya agar dapat berperan dalam pertumbuhan ekonomi lokal, salah satunya melalui penanaman mindset berwirausaha atau lazim dikenal dengan istilah entrepreneurship.

Maka dari itu, Pemko Solok melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerjasama dengan lembaga Sociopreneur Indonesia mengadakan kegiatan webinar sharing session entrepreneurship guna membangun mindset wirausaha masyarakat, khususnya generasi muda.

Kegiatan yang dilakukan secara daring ini dibuka oleh Wakil Walikota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra, Selasa (27/7) dan terhubung dengan 100 orang lebih peserta dari berbagai latar belakang, terdiri dari pelaku usaha, mahasiswa, komunitas kreatif, pegiat pariwisata, akademisi dan ASN lintas perangkat daerah.

Sharing session bertajuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal Melalui Entrepreneurship ini dipandu oleh Heru Wijayanto (Operations Manager SociopreneurID) dengan dua sesi materi yang diberikan oleh Direktur Eksekutif SociopreneurID, Dessy Aliandrina, dan Donni Hadi Waluyo selaku Subject-matter Expert SociopreneurID.

Dalam sambutannya, Wawako Dr. Ramadhani menyatakan bahwa pembangunan sumberdaya manusia kompetitif yang berdaya saing tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah, perlu adanya kolaborasi dengan semua pihak.

Wawako sangat menyambut baik program pendidikan entrepreneurship yang digiatkan SociopreneurID melalui serangkaian kegiatan development nantinya itu.

Ramadhani juga memberikan apresiasi dan dukungan penuhnya kepada Dinas Kominfo yang telah menggagas dan memfasilitasi kerjasama dengan SociopreneurID.

Sebagai leading sektor urusan teknologi informasi, ia mengharapkan SDM dan infrastruktur yang dimiliki Dinas Kominfo mampu menjembatani proses pembangunan ekosistem entrepreneurship di era digitalisasi yang sejalan dengan visi dan misi kepala daerah.

“Bisnis masa depan dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital yang terus berinovasi, generasi muda era sekarang harus mampu menyiapkan kompetensi, membangun jaringan wirausaha sehingga melahirkan mindset berwirausaha,” pungkas Ramadhani, dari E-Gov Monitoring Room, Balaikota Solok.

Selaku pemateri pertama, Dessy Aliandrina memulai sharing session ini dengan penjelasan konsep entrepreneurial yang akan membentuk kepribadian entrepreneur, yaitu wirausahawan akan selalu siap menghadapi perubahan dan ketidakpastian, mengembangkan kreativitas, membangun kolaborasi, menjadi pembelajar sepanjang hayat serta membangun kegigihan dan daya juang.

“Banyak orang bermimpi menjadi pengusaha namun tidak mampu mewujudkan mimpinya, karena tidak memiliki kepribadian entrepreneur. Generasi muda berjiwa wirausaha dapat memulai bisnis baru yang berbeda dengan yang telah ada,” ungkapnya.

Dessy menegaskan, modal usaha bukan hanya finansial, entrepreneurship capital adalah kuncinya, memulai bisnis di zaman sekarang banyak peluang untuk mengakses modal, asalkan punya konsep usaha jelas dan calon pengusaha telah mempunyai kapabilitas sebagai pribadi entrepreneur untuk bersaing di dunia usaha.

Ia mencontohkan, penciptaan daya saing dapat dilakukan dengan mentransformasi sumberdaya yang ada di sekitar menjadi sesuatu yang bernilai (sumberdaya ekonomi, sosial dan budaya). Selain itu Dessy mengatakan, optimalisasi dan integrasi potensi lokal selain dengan peningkatan entrepreneurship skill juga harus terintegrasi dengan peningkatan kondisi entrepreneurial oleh pemerintah daerah melalui bantuan aksesibilitas, fasilitas, regulasi dan dukungan sosial-kultural ekosistem.

“Kebaruan akan menghasilkan daya saing, produk atau layanan yang berdaya saing akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Doctor of Philosophy lulusan Lincoln University, New Zealand ini.

Lebih lanjut, Dessy menampilkan data the world most entrepreneur country 2021, data yang rilis bulan April lalu itu, posisi Indonesia berada di peringkat 45 dunia, masih berada dibawah Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand yang menandakan masih rendahnya ekosistem entrepreneurship di Indonesia. Untuk itu, saat ini perlu dilakukan akselerasi dan kolaborasi pengembangan ekosistem entrepreneurship.

“Kolaborasi multi stakeholder sangat dibutuhkan untuk mengakselerasi pembangunan ekonomi lokal di Indonesia, salah satunya dengan mendorong pertumbuhan kewirausahaan sosial melalui inovasi sosial dan pendidikan kewirausahaan serta youth development sehingga akan lahir sociopreneur yang kreatif, inovatif, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat, seperti yang kami rintis melalui gerakan SociopreneurID ini,” pungkasnya.

Pada sesi berikutnya, Donni Hadi Waluyo membagikan pengalaman best practice dan kisah sukses inovasi para sociopreneur dalam lingkup nasional maupun internasional. Donni menekankan, kondisi keterbatasan adalah salah satu pemicu inovasi yang terbaik dan perangkap rutinitas merupakan hambatan terbesar dari inovasi.

Acara sharing session ini berakhir setelah sesi tanya jawab seputar sociopreneur dan pembangunan ekonomi lokal terkhusus di Kota Solok.

Sementara itu, selaku fasilitator kegiatan ini, Dinas Kominfo Kota Solok telah merintis kerjasama dengan SociopreneurID melalui program empathy project yang menurut rencana akan dilaksanakan di Kota Solok pada tahun 2022 mendatang.

“Kegiatan sharing session kewirausahaan ini adalah langkah awal kerjasama Pemko Solok dengan SociopreneurID untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang konsep sociopreneur, sebelum dilaksanakan empathy project di Kota Solok,” kata Lusya Adelina, Sekretaris Diskominfo Kota Solok seusai kegiatan.

Lusya mengungkapkan, empathy project yang dilaksanakan oleh sociopreneurID ini nantinya akan memfasilitasi UMKM, pelaku usaha pariwisata, ekonomi kreatif serta anak-anak muda kreatif agar dapat berkolaborasi dan terhubung dengan ABGS (Akademisi, Business, Government, dan Society), program inkubasi dan pendidikan kewirausahaan serta meningkatkan literasi dan pengembangan keterampilan dengan menyebarkan perpustakaan mikro.

Semua kegiatan tersebut, lanjut Lusya, akan dibantu oleh volunteer yang berkompeten di bidangnya bekerjasama dengan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Dinas Pariwisata, Balitbang dan Dinas Kominfo Kota Solok. (eg/re)

Tags: , ,