Menggerakkan Inovasi Pelayanan Publik Daerah

Menggerakkan Inovasi Pelayanan Publik Daerah

Solok, (InfoPublikSolok) – Membangun Pemda yang inovatif perlu komitmen, kemauan, dan konsistensi bersama, dengan koordinasi OPD Badan Litbang, serta dukungan penuh Kepala Daerah dan penghargaan terhadap para inovator yang telah menghasilkan ide-ide inovasi pada OPDnya.

Keberhasilan Badan Litbang Kota Solok dalam penyelenggaraan inovasi pelayanan publik, beserta anugerah peringkat VII Inovative Government Award (IGA) tingkat Kota seluruh Indonesia tahun 2018. Menjadi perhatian daerah lain untuk berkunjung guna mempelajari pengalaman Kota Solok dalam menumbuhkembangkan inovasi Pelayanan Publik di daerahnya.

Setelah sebelumnya mendapat kunjungan pembelajaran dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2018 lalu, kali ini 18 September 2019 Kota Solok kembali dikunjungi oleh Pemda Kabupaten Aceh Jaya  dalam rangka kunjungan pembelajaran penyelenggaraan inovasi Pelayanan Publik di daerahnya.

Rombongan Kabupaten Aceh Jaya yang berjumlah 13 orang, dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Mawardi, disambut  langsung oleh Walikota Solok, Zul Elfian beserta Sekretaris Daerah Kota Solok dan OPD Balitbang, Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, dan DPMPTSP, serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) di ruang Rapat Walikota.

Walikota Solok mengungkapkan upayanya dalam menggerakkan inovasi, “Inovasi merupakan sebuah perangkat yang dapat memberikan percepatan terhadap pencapaian visi-misinya. Dan Kebijakan Pendirian Badan Penelitian dan Pengembangan, dimana salah satu leading sectornya mewujudkan dan mengkoordinir Inovasi, menjadi salah satu strategi yang  ditempuh Pemda Kota Solok agar Inovasi bisa bisa berjalan,” ungkap Zul Elfian.

Rusdianto, Sekretaris Daerah Kota Solok dalam paparannya, menilai inovasi inovasi itu sebenarnya mudah, upaya memperpendek waktu dan memperbaiki layanan publik sendiri, sudah merupakan bentuk inovasi. “Inovasi bisa digali lewat pemahaman terhadap tupoksi kerja, memberdayakan potensi-potensi daerah dengan memanfaatkan kearifan lokal tanpa harus melabrak aturan,” ujarnya.

Proses lahirnya inovasi menurut sekda Kota Solok ini kemudian, harus melalui 4 tahapan yaitu Drum up, Diagnose, Desaign, Delivery (Launching) dan Display. Modal utama yang harus dimiliki
dalam mengawal semua proses ini yaitu komitmen, kemauan, dan konsistensi semua pihak di Pemda Kota Solok.

Dukungan penuh walikota, wakil walikota serta DPRD untuk penyelenggarakan Inovasi sudah diperoleh. Dukungan ini penting agar semua tahapan bisa dilaksanakan mulai dari persiapan, pelaksanaan dan tahap akhir serta monitoring dan evaluasi semua ide inovasi bisa perlaksana.

Agar OPD-OPD yang berinovasi ini tetap menjaga semangat inovasi, upaya untuk mengaitkan antara inovasi dan tunjangan kinerja sedang dikaji akan tetapi insentif berupa studi banding ke Singapura bagi 3 (tiga) OPD yang memiliki inovasi terbaik inovasinya telah dilaksanakan.

Mawardi, sekda Kabupaten Aceh Jaya mengakui, inovasi sendiri sudah ada di OPD di daerahnya akan tetapi masih berjalan sproradis dan kurang terkoordinir, sehingga gairah inovasi serta dampak inovasi belum bisa diperoleh secara maksimal.

Acara kunjungan pembelajaran ini kemudian berlajut dengan meninjau dukcapil dan DPMPTSP beserta inovasinya, dan diakhiri dengan santap siang serta Shalat zuhur di Mesjid Agung Kota Solok. (iv)

Tags: , , , ,