Menjaga Jiwa Pertimbangan Utama Pembatalan Haji, Kankemenag Sosialisasikan KMA 660 Tahun 2021

Menjaga Jiwa Pertimbangan Utama Pembatalan Haji, Kankemenag Sosialisasikan KMA 660 Tahun 2021

Solok, (InfoPublikSolok) – Kantor Kementerian Agama Kota Solok melalui Penyelenggara Haji dan Umrah menggelar sosialisasi terkait keputusan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI yang mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji dan Peraturan Kementerian Agama (PMA) Nomor 13 Tahun 2021, bertempat  di Aula Hotel Caredek Kota Solok, Selasa (5/10).

Sosialisasi dihadiri oleh tersebut dibuka oleh Walikota Solok H. Zul Elfian dan sekaligus memberikan sambutan terkait KMA 660 Tahun 2021, yang didampingi oleh Rabamis Plh. Kankemenag Kota Solok  yang juga selaku PHU Kankemenag Kota Solok.

Dalam sambutannya Wako menyampaikan bahwa keinginan para jamaah untuk menunaikan Rukun Islam kelima sangat besar dan bahkan telah menanti dalam jangka waktu yang sangat panjang. Namun demikian mempertimbangkan kesehatan, keselamatan dan keamanan para jamaah adalah prioritas utama maka pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jamaah haji pada tahun ini.

“Tetaplah menjaga kesehatan fisik, karena keselamatan dan keamanan para jamaah adalah prioritas utama maka pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jamaah haji pada tahun ini,” ujar Wako.

Plh. Kakankemenag Rabamis dalam sambutannya mengatakan melalui kegiatan sosialisasi Keputusan Menag RI Nomor 660 Tahun 2021 tentang pembatalan keberangkatan jamaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021, dijelaskan bahwa dalam ajaran Islam, menjaga jiwa merupakan satu dari lima maqoshid syari’ah yang harus dijadikan sebagai dasar dalam penetapan hukum atau kebijakan Pemerintah. Inilah yang menjadi salah satu pertimbangan dalam penetapan kebijakan ini, sehingga diharapkan akan terwujud kemaslahatan bagi masyarakat, khususnya masyarakat Kota Solok.

Pemerintah bertanggung jawab dalam penanggulangan wabah dan keselamatan jiwa serta menjaga dan melindungi warga negara baik dalam maupun luar negara, melalui penanggulangan pandemi Covid-19. Di sisi lain, kebijakan pembatalan ini, tentu menimbulkan dampak di berbagai aspek, terlebih kepada para jamaah haji Kota Solok,  baik yang sudah lunas biaya keberangkatan haji maupun yang belum.

“Untuk itu kami meminta masyarakat untuk bersabar karena saat ini Pemerintah terus mengupayakan solusi terbaik bagi permasalahan ini,” lanjut Rabamis.

Kabid Haji Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat H. Joben yang turut hadir sebagai narasumber menjelaskan jumlah waiting list jamaah haji Sumatera Barat termasuk di dalamnya Kota Solok sebanyak 4550 orang, yang belum melunasi 63 orang. Tertundanya keberangkatan jamaah haji, bagian Haji dan umrah tetap bekerja.

“Keputusan pembatalan diambil dengan pertimbangan keselamatan dan keamaan jamaah dari ancaman Covid-19 yang belum mereda. Mari bersabar, mudah-mudahan kita dapat menunaikan ibadah haji pada tahun 2022 yang akan datang,” pungkasnya.

Laporan Ketua pelaksana. H. Amril, kegiatan sosialisasi diikuti oleh peserta yang tersebar dari berbagai golongan yaitu jamaah haji tunda 1442 H, tokoh agama dan tokoh masyarakat, penyuluh agama Islam dan ASN Kemenag Kota Solok dengan total peserta berjumlah 70 orang. (hd)

Tags: , , , , ,