Mewujudkan Sistem Pengelolaan Data Gender Terintegrasi

Mewujudkan Sistem Pengelolaan Data Gender Terintegrasi

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Solok dibawah Bidang Pemenuhan Hak Anak Data dan Informasi Seksi Data dan Informasi mengadakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengelola Data Sistem Informasi Gender Dan Anak (SIGA). Kegiatan dilaksanakan pada hari Selasa dan Rabu tanggal 9-10 November 2021 di Aula DPPPA Kota Solok, diikuti sebanyak sebanyak 30 orang peserta dari Tim Teknis Pokja Data.

Adapun maksud dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan kapasitas pengelola data dan meningkatkan persentase OPD yang mempunyai data terpilah. Menghadirkan nara sumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sumbar, Yulia Yenita Sari dan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik  Provinsi Sumbar, Erid Ade Putra.

Kegiatan dibuka oleh kata sambutan dari Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kota Solok diwakili oleh Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak Data dan Informasi ibu Eva Murgana didampingi Kepala Seksi Data dan Informasi, Asniati.

Dalam sambutannya, Eva Murgana menyampaikan bahwa penetapan kebijakan atau proses perencanaan tidak akan terwujud dengan baik tanpa didukung oleh ketersediaan data dan informasi yang akurat dan lengkap. Data dan informasi merupakan komponen penting dalam penyelenggaraan pembangunan yang digunakan mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, implementasi sampai dengan evaluasi program atau pengukuran pencapaian kinerja pembangunan.

Para pengambil keputusan atau perencana membutuhkan data dan informasi dalam rangka menyusun perencanaan terkait upaya pencapaian tujuan pembangunan. Minimnya data secara kuantitas ataupun kualitas tidak akan menghasilkan analisa yang mendalam tentang suatu masalah dan tidak akan cukup kuat bila dijadikan bahan pengambilan keputusan atau perencanaan. Pemahaman atas dua data yang dibutuhkan serta sumber perolehan dari data tersebut, harus diidentifikasikan sebagai sesuatu yang sangat penting.

“Untuk merancang kebijakan dan program pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, maka langkah awal yang diperlukan adalah adanya ketersediaan data terpilah yang akurat dan benar. Data terpilah yang akuntabel sangat bermanfaat untuk melihat permasalahan dalam pembangunan dan akhirnya dapat mengidentifikasi isu tentang perempuan dan anak, sehingga dapat dipakai sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan dan menyusun program pembangunan yang resposif gender,” Jelas Eva

Data gender dan anak menjadi element pokok bagi terselenggaranya pengarus utamaan gender (PUG) dalam pemenuhan hak anak diberbagai bidang pembangunan agar responsive terhadap pemenuhan hak anak. Isu gender dan anak selama ini kurang diperhitungkan dalam berbagai proses kebijakan pembangunan. Masalah utama yang selalu mengemuka adalah ketersediaan data terpilah kurang memadai.

“Dengan diadakannya pertemuan ini, diharapkan adanya peningkatan koordinasi antar pengelola data, guna dapat mewujudkan suatu sistem pengelolaan data dan informasi gender yang bersinergi dan berintegrasi,” lanjutnya.

“Kami juga mengharapkan kepada seluruh peserta untuk mengikuti pertemuan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga Pengolahan dan Penyajian Data dan Informasi yang akan diakomodir nantinya dalam penyusunan profil gender dan anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang dibuat setiap tahunnya,” harap Eva. (oh)

Tags: , , , ,