Miris! Ribuan Anak dan Perempuan Diperdagangkan Setiap Tahun di Indonesia

Miris! Ribuan Anak dan Perempuan Diperdagangkan Setiap Tahun di Indonesia

Solok,(Info Publik Solok) – Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) selenggarakan sosialisasi tentang Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Penyimpangan Seksual kepada Siswa SLTP se-Kota Solok.

Peserta kegiatan Sosialisasi ini terdiri dari 50 siswa SLTP se-Kota Solok. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Solok pada Selasa (13/09)

Sosialisasi kali ini menghadirkan 2 orang narasumber yaitu dari IDI Cabang Kota Solok, dr. Helwi Nofira, Sp. OG dan Vinola Maretha Roeza, S.Psi. M.Psi, Psikolog dari Spectrum Psikologi. Kegiatan Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan Pemahaman bagi siswa SLTP tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyimpangan Seksual termasuk pencegahan dan pelayanannya.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak diwakili oleh Sekretaris DPMPPA Ade Kurniati yang didampingi oleh Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak anak dan Data, Jufni.

Dalam kata sambutannya beliau menyampaikan bahwa Persoalan perdagangan orang merupakan tindak kejahatan lokal, regional dan internasional di beberapa negara termasuk di Indonesia. TPPO merupakan pelanggaran hak-hak asasi manusia yang dilindungi oleh negara.

”Kegiatan perdagangan orang yang dilakukan oleh para sindikat yaitu dengan membentuk suatu jaringan sampai ke tingkat kampung. Cara yang mereka lakukan adalah dengan menjanjikan kepada calon tenaga kerja akan memperoleh penghasilan lumayan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ketertarikan bekerja, dipengaruhi oleh kondisi kemiskinan, rendahnya pendidikan, serta terbatasnya akses pelayanan publik. Selain itu juga Perdagangan manusia sangatlah berisiko tinggi sebab bisa mengakibatkan gangguan jiwa, kesehatan, mental dan fisik karena diperlakukan tidak wajar,” ungkap Ade

“Selain TPPO, kasus lain yang menjadi perhatian adalah kasus penyimpangan seksual. Penyimpangan seksual tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Hal tersebut tentu dapat menimbulkan trauma berat pada anak yang mengalaminya,” tambah Ade.

Penyimpangan seksual adalah perilaku seksual yang melibatkan aktivitas, situasi, subjek, atau objek yang tidak lazim dan umumnya tidak menimbulkan dorongan seksual pada orang lain. Hingga saat ini, penyebab penyimpangan seksual belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang diduga dapat memicu perilaku ini, seperti faktor genetik atau trauma masa kecil akibat pelecehan seksual. Siapapun, termasuk anak-anak, bisa mengalami penyimpangan seksual.

“Kegiatan ini menjadi bukti komitmen pemerintah melibatkan semua pihak untuk meminimalisir TPPO dan dan mencegah terjadinya penyimpangan seksual terutama pada anak karena anak adalah generasi penerus bangsa yang akan melanjutkan pembangunan di masa depan nanti sehingga harus kita jaga bersama dari hal-hal buruk seperti TPPO dan tindakan penyimpangan seksual lainnya,” jelas Sekretaris.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Vinola Maretha Roeza, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa UNICEF memperkirakan 100.000 anak-anak dan perempuan diperdagangkan setiap tahun di Indonesia, menurut data 30 % dari perempuan yang berada dalam pelacuran di Indonesia berada di bawah usia 18 tahun serta 40.000-70.000 anak anak di Indonesia merupakan korban eksploitasi seksual. Kebanyakan dari mereka merupakan korban dari Tindak Pidana Perdangangan Orang. Pencegahan dan penanganan TPPO dapat dilakukan salah satunya dengan cara membentuk gugus tugas TPPO oleh pemerintah.

Dalam kesempatan yang sama dr. Helwi Nofira, Sp.OG menyampaikan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja, diharapkan dengan pemaparan tersebut mereka memiliki informasi yang benar tentang fungsi, peran dan proses reproduksi sehingga memiliki sikap dan tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai proses reproduksi dan dapat mencegah terjadinya penyimpangan seksual. (oh)

Tags: , ,