MIS Kampung Jawa Kota Solok Butuh Bantuan

MIS Kampung Jawa Kota Solok Butuh Bantuan

Solok (InfoPublikSolok) – “Pendidikan adalah hal penting bagi generasi bangsa. Ini adalah daerah kita, apa yang terjadi dengan lingkungan Pendidikan, kitalah yang bertanggung jawab, yang belajar disana dan mengajar adalah masyarakat Kota Solok, wajib bagi kita membantunya”

Hal tersebut disampaikan Walikota Solok, Zul Elfian ketika silaturahmi dengan Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Solok yang baru H. Afrizen yang didampingi Kabag Kesra, Happy Darmawan saat membicarakan tentang Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kampung Jawa, bertempat di Balairung 99 Rumah Dinas Walikota Solok Kelurahan Laing Kecamatan Tanjung Harapan, Kamis (31/1/2019).

Wako mengharapkan Kota Solok yang memiliki dua kecamatan, jika masih ada sekolah/madrasah yang tidak dapat perhatian Pemerintah. Wako meminta Bagian Kesra agar memperhatikan kebutuhan guru dan siswa MIS Kampung Jawa, agar pendidikan tetap berlanjut.

Setelah pertemuan dengan Walikota, Plt. Ka Kankemenag H. Afrizen didampingi Kasubag Tata Usaha Samsidir, Kasi PAIS H. Amril, Kasi pedmad Jasril, Penyelanggara Syariah H. Emil Isra dan Kabag Kesra, Happy Darmawan melanjutkan meninjau MIS Kampung Jawa. Turut hadir Amrinof Dias Dt. Ula Gadang Anggota DPRD Kota Solok dan Amri Yulis Kabid PAUD Dinas Pendidikan Kota Solok.

Menyampaikan apa yang dipesankan oleh Wako, Kabag Kesra Happy Darmawan mengatakan dana hibah untuk kebutuhan madrasah yang bersifat non fisik dapat dipenuhi sesuai proposal yang diajukan,   namun yang bersifat fisik ada persyaratan yang harus dilengkapi.

“Kalau madrasah sudah memenuhi persyaratan untuk fisik dan non fisik ada dana Bansos (Bantuan Sosial) yang dapat digunakan, dengan ketentuan madrasah telah terdaftar, pendidikan berjalan dengan optimal dan segala apapun kebutuhan madrasah dapat terpenuhi,” ujar Kabag Kesra.

Selaku Kepala MIS Kampung Jawa Kota Solok, H. Tarmizi menerangkan, saat ini madrasah memiliki 11 orang guru (3 PNS dan 8 honorer) dan 51 siswa. Sebelumnya  jumlah siswa 72 orang setelah pindah ke Jalan Tangah Ampang Kualo siswa berkurang menjadi 51 orang.

Melihat kondisi yang jauh dari tempat tinggal siswa dan tidak ada transportasi, beberapa orangtua berinisiatif untuk memindahkan anaknya, “Alhamdulillah namun 3 bulan terakhir ini ada salah satu pengusaha Kota Solok dengan tidak meminta biaya sedikitpun untuk mengantar jemput anak-anak,” kata Tarmizi.

Tarmizi menambahkan, pindah dari Kampung Jawa dan sudah 6 bulan menumpang di rumah warga yang bernama H. Asrial dan Hj. Maswita dengan alasan lokal tidak memadai, arena bermain anak-anak tidak kondusif dan bising dekat dengan jalan raya serta keamanan anak-anak tidak terjamin. MIS Kampung Jawa Kota Solok berada dibawah naungan Yayasan Nurul Haq Madani butuh uluran tangan dan perhatian pemerintah Kota Solok saat ini.

Salah seorang guru, yang tidak ingin disebut namanya, mengutarakan isi hatinya bahwa gajinya sebulan hanya habis membeli minyak motor saja, dalam arti kata tidak mencukupi untuk kebutuhannya. Mendengar hal tersebut, Kabag Kesra dan Plt Ka Kankemenag, Anggota DPRD Kota Solok, berjanji akan memberikan jalan keluar atas masalah yang dihadapi. Kota Solok adalah milik kita, yang belajar disini adalah anak-anak kita juga. (hd)

Tags: , , , , , , ,