Optimalkan WFH, Petugas Dukcapil Boyong Peralatan Komputer Kerumah

Optimalkan WFH, Petugas Dukcapil Boyong Peralatan Komputer Kerumah

Solok, (Info Publik Solok) – Menyikapi instruksi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) oleh Gubernur Sumatera Barat yang telah dimulai sejak tanggal 22 April 2020 dikarenakan pandemi Corona Virus Disesase (Covid-19), maka otomatis sistem dan mekanisme pelayanan pada Disdukcapil Kota Solok juga menyesuaikan dengan instruksi tersebut.

Terhitung mulai Selasa (28/4), petugas entry data kependudukan dan catatan sipil sudah benar-benar melaksanakan WFH (work from home) dengan membawa serta peralatan entry data yaitunya seperangkat komputer dan printer serta blangko-blangko yang akan dicetak untuk menindaklanjuti berkas permohonan dari masyarakat, sehingga pelaksanaan pekerjaan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti karena adanya pembatasan keluar rumah.

Petugas Dukcapil yang bekerja dari rumah dalam pengentryan data adminduk adalah sebanyak 2 (dua) orang, yaitu 1 (satu) orang petugas entry data dokumen kependudukan dan 1 (satu) orang petugas entry data catatan sipil, selain itu juga ada 1 (satu) orang kasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang bertugas mengkonsolidasi data dan verifikasi data kependudukan.

“Untuk petugas yang melaksanakan WFH ini khususnya yang membawa perangkat komputer, kami bantu dengan subsidi paket data perbulan karena mereka melakukan pelayanan secara daring, pelayanan secara daring dengan aplikasi SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan) ini dilakukan saat ada permohonan yang masuk, kemudian diproses dan pada akhirnya petugas langsung melakukan pencetakan dokumen setelah adanya persetujuan atas pengajuan TTE,” terang Kepala Disdukcapil H. Syaiful A, saat ditemui IPS diruangannya.

Namun demikian, untuk petugas pelayanan dikantor Dukcapil masih memberlakukan sistem piket harian yang salah satu tugasnya yaitu menerima berkas yang datang dari pos, dan memeriksa serta meneliti berkas tersebut agar bisa diproses selanjutnya. Bahan-bahan yang diproses di kantor Dukcapil merupakan bahan yang sifatnya urgent, sehinga jika pengurusan dokumen tersebut bisa ditunda hingga pandemi Covid-19 ini berakhir, maka sebaiknya pengurusannya dapat ditunda dahulu sampai pelayanan tatap muka sudah diberlakukan kembali (am).

Tags: , , , , , ,