PD Aisyiyah Kota Solok Gelar Capacity Building bagi Organisasi Sosial

PD Aisyiyah Kota Solok Gelar Capacity Building bagi Organisasi Sosial

Solok, (InfoPublikSolok) – Komunitas TBC-HIV Care Aisyiyah Kota Solok menggelar kegiatan Capacity Building Organisasi Sosial Masyarakat, Advocacy Skill, Fundrising dan Kampanye Melalui Media (Media Campaign) yang berlangsung dari tanggal 4-5 September 2018 di Gedung Aisyiyah Komplek Perguruan Muhammadiyah Kota Solok.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Pengurus Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Solok Hj. Maizar Khaidir diawali dengan sambutan oleh Kepala Sub Sub Recipient (SSR) Kota Solok Hj. Ns. Murhayeni, S.Kep, Selasa (4/9).

Peserta pada kegiatan ini adalah perwakilan Organisasi Sosial dari PD Muhammadiyah, PD Aisyiyah, SSR TBC- HIV Sumbar, Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPDA), Perkumpulan Pemberantas Tuberculosis Indonesia (PPTI), Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), Forum Kota Sehat dan Organisasi Pasien TBC Solok.

Aisyiyah merupakan organisasi sosial kemasyarakatan dengan basis agama, Organisasi Otonom (Ortom) khusus dari Muhammadiyah yang menjadi salah satu bagian dari komponen civil society dalam penanggulangan Tuberculosis (TBC).

Aisyiyah pada tahun 2009 dipercaya oleh Global Fund untuk menjadi Principal Resipient dalam pelaksanaan program “Community TB Care”. Organisasi ini mendapatkan rating cukup bagus dan pada Tahun 2012 mendapat penghargaan MDGs Award dari Pemerintah Republik Indonesia.

SSB TB-HIV Care Kota Solok yang berdiri tahun 2017 ini juga bermitra dengan Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Kesehatan terkait peran sertanya dalam pemberantasan penyakit menular khususnya Tuberculosis (TBC). Saat ini memiliki kader berjumlah 72 orang yang akan ikut menbantu dalam hal pendataan maupun memfasilitasi masyarakat yang teridentifikasi terkena TB maupun HIV.

Sementara itu pada kegiatan ini panitia menghadirkan beberapa orang narasumber/ fasilitator dengan materi antara lain Dasar Advokasi, Perencanaan dan Penganggaran Daerah, Media Campaign, Kebijakan Publik dan Peran Masyarkat dalam Pembangunan Daerah.

Pada hari kedua menghadirkan Narasumber dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok, Beny Junaidi, S.Sos. M.I.Kom dengan materi Media Campaign, yang mengambil tema berjudul Pengelolaan Isu dan Media Sosial.

Ia memaparkan mengenai apa itu Isu dan seperti apa manajemennya kemudian terkait Kampanye dan Media Sosial.

“Organisasi harus mengetahui isu yang sedang berkembang saat ini dan seperti apa menyikapinya, perkembangan teknologi digital saat ini masyarakat pengguna media sosial semakin bertambah dan ini peluang sekaligus ancaman bagi kita semua, karena jika kita salah dalam pemanfaatan media tersebut ancamannya cukup jelas dalam Undang Undang 19 Tahun 2016 tentang ITE,” jelasnya.

“Terkait Media campaign organisasi harus menentukan audiencenya terlebih dahulu, kemudian goal yang ingin dicapai, buatlah key message yang menarik, tentukan tools dan channel media yang akan digunakan, terakhir selalu monitoring perkembangannya agar arah kampanye organisasi dapat terarah. Ini semua dilakukan agar gagasan yang ditawarkan memiliki efek bagi khalayak dalam rangka mencari dukungan agar organisasi ini dapat terus berbuat bagi masyarakat serta berkontribusi bagi Pemerintah terutama dalam penanggulangan dan pemberantasan penyakit menular di Kota Solok khususnya TB-HIV,” Pungkas Kepala Seksi PPIP ini. (eg/bj)

Tags: , , , , ,