Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor, Target Kota Solok 1120 Peserta

Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor, Target Kota Solok 1120 Peserta

Solok, (Info Publik Solok) – Keluarga Berencana adalah suatu program pemerintah yang dirancang untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan jumlah penduduk, maka dari itu program KB diharapkan menerima Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) yang berorientasi pada pertumbuhan yang seimbang.

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana selenggarakan Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor, Rabu (15/6). Acara ini merupakan rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-29 Tahun 2022. Tim Dinas PPKB bekerjasama dengan Kodim 0309/ Solok. Pelayanan KB tersebut berlangsung dikawasan Kodim 0309 Solok, tepatnya area klinik Wirabraja sejak pukul 9.00 WIB pagi.

Sebelum peninjauan lapangan guna meliha Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor, dilakukan ramah tamah di aula Kodim 0309 Solok yang dihadiri oleh Dandim 0309/ Solok Letkol Arm Hendrik Setiawan, S.E, Wakapolres Kompol Joni Dhamawan SH, Staf Ahli Zulfadli SH, M.Si, Wakil Ketua TP PKK, Ny. Dona Ramadhani, Bundo Kanduang, Ketua LKAAM, dan Sekretaris Dinas PPKB Nani Relianda serta Camat.

“Pelayanan KB di Kodim ini hanya diselenggarakan sehari ini saja dan untuk selanjutnya masyarakat bisa mengunjungi puskesmas terdekat, nanti datanya akan tetap kami rekap guna mencapai target dari jumlah kunjungan akseptor,” jelas M. Arif Anwar, salah seorang penyuluh KB.

Dinas PPKB memiliki target untuk mencapai jumlah 1120 orang akseptor yang ikut serta dalam program pelayanan KB kali ini, dihitung dari seluruh alat kontrasepsi yang nantinya dipilih oleh masyarakat. Target itu diantaranya 627 orang akseptor dari Kecamatan Lubuk Sikarah dan 493 akseptor dari Kecamatan Tanjung Harapan.

“Pelayanan dimulai pukul sembilan sampai selesai, tergantung masyarakat yang datang selaku pihak akseptor. Jika sampai siang masyarakat masih ada yang ikut mendaftar program KB, akan kami layani,” tambah Arif.

Terdapat 2 metode program KB, yakni metode kontrasepsi jangka panjang dan ontrasepsi jangka pendek. Pilihan kontrasepsi jangka panjang meliputi implan, IUD, kontrasepsi mantap MOW, dan MOP. Adapun kontrasepsi jangka pendek yaitu pil, suntik dan kondom.

Metode kontrasepsi jangka panjang merupakan metode kontrasepsi dengan tingkat keefektifan yang tinggi dengan tingkat kegagalan yang rendah serta komplikasi dan efek samping yang lebih sedikit.

Sedangkan metode kontrasepsi jangka pendek merupakan jenis kontrasepsi yang memiliki waktu pemakaian di bawah 3 tahun, rata-rata pengunaan alat kontrasepsi ini hitungan bulan.

“Sampai saat ini masyarakat yang ikut metode kontrasepsi jangka panjang berjumlah 34 orang dan metode kontrasepsi jangka pendek ada sekitar 50-an orang,” ujar Lola, salah seorang petugas dilapangan yang ditemui tim IPS. (tim)

Tags: , ,