Pembekalan Personil Linmas Kelurahan Koto Panjang

Pembekalan Personil Linmas Kelurahan Koto Panjang

Solok, (InfoPublikSolok) – Menjelang hajatan Pemilu 17 April 2019, Kelurahan Koto Panjang mengadakan kegiatan sosialisasi dan pembekalan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) dengan mendatangkan narasumber dari Polres Solok Kota di aula Kelurahan Koto Panjang, Selasa, (19/3/2019).

Narasumber yang memberikan materi pada kesempatan tersebut Aiptu Era Burmar dan Aiptu Ardi dari Polres Kota Solok dengan peserta seluruh Personil Satlinmas (Satuan Pelindungan Masyarakat) yang berkedudukan di Kelurahan Koto Panjang. Turut juga hadir LPMK, Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai Ketua RT/RW serta tamu undangan lainnya di Kelurahan Koto Panjang.

Acara sosialisasi ini dibuka oleh Lurah Koto Panjang, Ade Chandra Yuda, MH, menyampaikan kepada para peserta yang hadir agar memahami informasi dan penjelasan yang diberikan oleh narasumber terkait Kamtibmas.

Pada sosialisasi ini narasumber memberikan beberapa informasi penting yang dapat diaplikasikan kepada masyarakat agar tidak tersandung kasus pidana, diantaranya tentang penyebaran berita hoaks dan ujaran kebencian yang berasal dari media sosial dan media online.

Diterangkan, hoaks adalah sebuah pemberitaan palsu sebagai usaha untuk menipu dan membohongi pembaca/pendengarnya mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut palsu.

Beberapa contoh hoaks yang sempat beredar dan menjadi desas-desus di masyarakat seperti berita hoaks penculikan anak oleh orang gila, hoaks telur palsu, hoaks garam bercampur kaca, hoaks tentang gempa susulan yang terjadi di Palu.

Narasumber memberikan solusi dan langkah mengatasi berita hoaks terutama terhadap berita hoaks yang disebarkan melalui media sosial dan media online. Pertama, waspada dengan judul berita yang provokatif, selanjutnyna periksa faktanya dan teliti keaslian fotonya, kemudian telusuri alamat situs konten tersebut serta bergabung dengan grup anti hoaks.

Selain hoaks, ujaran kebencian juga merupakan tindakan berbahaya yang dilakukan orang-orang yang tidak bertanggung jawab melalui berbagai saluran media komunikasi, hal ini juga telah tercantum pada Pasal 45 a Ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 milyar.

Lebih lanjut, narasumber sangat berharap setelah sosialisasi ini seluruh peserta yang hadir memahami bahaya berita hoaks dan ujaran kebencian serta mampu menjelasakan dengan baik sehingga masyarakat kelurahan Koto Panjang tidak ikut terseret menjadi korban berita hoaks dan ujaran kebencian. (da)

Tags: , , , , , , ,