Pembekalan Tim Gerak Cepat (TGC) Petugas Puskesmas Ketika Terjadi KLB

Pembekalan Tim Gerak Cepat (TGC) Petugas Puskesmas Ketika Terjadi KLB

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Kesehatan Kota Solok menyelenggarakan sosialisasi bagi 20 orang anggota Tim Gerak Cepat (TGC) Petugas Puskesmas se- Kota Solok di Aula Dinas Kesehatan, Rabu (26/9/2018). Dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok, dr. Hj. Ambun Kadri, MKM dan Yusmayanti, SKM. M.Epid dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat sebagai narasumber.

dr. Ambun Kadri dalam sambutannya menyampaikan, wilayah kota merupakan daerah yang terbuka sebagai daerah wisata dan tujuan pendidikan sehingga berpotensi meningkatkan kejadian penyakit, termasuk penyakit yang berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB), juga ketika terjadi bencana alam maka akan mendorong munculnya penyakit menular/tidak menular, dan permasalahan kesehatan lainnya.

Maka dari itu, menurutnya TGC diharapkan mampu untuk mengidentifikasi dinamika penularan penyakit, memahami terduga kontak, memahami riwayat alamiah penyakit, hingga melakukan komunikasi risiko di tingkat komunitas maupun masyarakat. Untuk lebih mudah dalam pelaksanaan tugasnya, dalam TGC akan dibuat Pokja Tanggap Respon dan Pokja Epidemiologi.

“Tujuan diadakannya sosialisasi ini untuk membahas kembali penyakit-penyakit yang dapat menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan wabah, diharapkan petugas mampu menyelesaikan permasalahan ketika terjadi KLB serta petugas mampu menyelesaikan permasalahan program surveilans epidemiologi (kegiatan untuk memonitor frekuensi dan distribusi penyakit di masyarakat, red),” ujar Kadinkes.

Dilanjutkan pemberian materi oleh Yusmayanti, SKM. M.Epid, narasumber menyampaikan materi tentang kebijakan dan strategi penanggulangan penyakit-penyakit Emerging Infectious Diseases (EIDs), seperti Avian flu, Influenza A baru, SARS, Infeksi Hantavirus, Japanese Ensefalitis, Yellow Fever, Meningitis dan lain-lain. Kemudian, kebijakan operasional surveilans dan kinerja sistem kewaspadaan dini.

Pada kebijakan dan strategi penanggulangan EIDs ini, Yusmayanti menjelaskan situasi global EIDs, kemudian implementasi International Helth Regulation (IHR) tahun 2005 yang merupakan hasil Sidang Majelis Kesehatan Dunia dalam rangka mencegah, melindungi, dan menanggulangi terhadap penyebaran penyakit antar negara.

Selanjutnya dijelaskan tentang kebijakan operasional surveilans, konsep dari surveilans serta roadmap surveilans dari tahun 2015-2019. Juga dijelaskan, bagaiamana penyakit untuk menjadi komitmen global dan nasional seperti Polio, Tetanus Neonatorum, Rubella, Campak dan Malaria.

Sosialisasi pembentukan TGC ini dilaksanakan dengan harapan untuk meningkatkan kemampuan petugas dalam melaksanakan tugasnya serta dapat mengaplikasikan surveilan epidemiologi dalam penaggulangan masalah kesehatan, serta penyakit-penyakit yang berpotensi KLB, dan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. (ig)

 

Tags: , , , , ,