Pembinaan Pencatatan Format Kohort bagi Petugas Pembina Posyandu

Pembinaan Pencatatan Format Kohort bagi Petugas Pembina Posyandu

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Kesehatan Kota Solok selenggarakan pertemuan bedah kohort bersama 100 orang petugas Pembina Posyandu se-kota Solok.

Acara ini dilaksanakan selama dua hari tanggal 4-5 April 2019 di Aula Dinas Kesehatan dengan narasumber Neneng Susanti, SKM dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Solok, Dra. Dessy Syafril, Apt. MPH, mewakili kepala dinas menyampaikan, pencatatan register format kohort merupakan hal yang sangat penting, karena register format kohort adalah sumber data pencatatan pelayanan yang dijadikan tolak ukur dalam menilai status Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di wilayah kerja Puskesmas.

Dari catatan format yang lengkap, lanjutnya, maka data status KIA dapat diamati dan dinilai dengan akurat sehingga setiap terjadi masalah dapat dideteksi sedini mungkin dan mendapatkan penanganan yang baik.

Pencatatan register format kohort diharapkan dapat memperoleh data dasar untuk perhitungan angka kematian Ibu (AKI) dan angka kematian Bayi (AKB) sampai tingkat kota.

Indikator meningkatnya derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat ditandai dengan menurunnya angka AKI dan AKB.

“Namun, kenyataan di Puskesmas masih ditemukan pencatatan format kohort yang tidak sesuai dengan panduan yang ada, sehingga banyak data yang tidak tercatat, dan data yang dibutuhkan menjadi hilang,” ungkapnya.

“Maka dari itu diharapkan bagi Petugas pembina posyandu dapat mengikuti pertemuan ini sehingga apa yang disampaikan narasumber dapat diaplikasikan nantinya,” kata Dessy Syafril mengakhiri sambutannya.

Beberapa poin yang disampaikan oleh narasumber yaitu, pemahaman kunjungan ibu hamil yang sesuai standar adalah pelayanan 10 T.

Standar pelayanan 10 T tersebut yakni, timbang berat badan dan ukur tinggi badan, ukur tekanan darah, Nilai status gizi (ukur lingkar lengan atas), ukur tinggi fundus uteri, tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin.

Berikutnya, skrining status imunisasi tetanus dan berikan imunisasi tetanus toksoid (TT) bila diperlukan, pemberian tablet Fe (zat Besi), test laboratorium (rutin dan khusus), tatalaksana kasus dan yang terakhir temu wicara (konseling).

Poin selanjutnya tentang tata cara pengisian register kohort serta pengumpulan dan pengelolaan data.

Diharapkan dengan pertemuan ini, petugas pembina Posyandu dapat mengisi register kohort dengan akurat dan sesuai dengan panduan yang telah diberikan. (es)

Tags: , , , ,