Pemilihan Ketua OSIS di SMPN 1 Kota Solok Terapkan Sistem Pemilu

Pemilihan Ketua OSIS di SMPN 1 Kota Solok Terapkan Sistem Pemilu

Solok, (InfoPublikSolok) – SMP Negeri 1 Kota Solok menyelenggarakan kegiatan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS baru bertempat di halaman sekolah, gedung I SMPN 1 Kota Solok, Sabtu, 13 Agustus 2022.

Organisasi Siswa Intra Sekolah atau yang disingkat OSIS adalah suatu wadah organisasi formal yang ada di setiap sekolah baik di jenjang menengah pertama atau menengah atas. OSIS dikelola dan dikembangkan oleh siswa terpilih yang diawasi oleh MPK (Musyawarah Perwakilan Kelas) di bawah binaan Pembina OSIS dan Kesiswaan.

Organisasi ini memiliki seorang ketua dan wakil ketua, Sekretaris, Bendahara dan para koordinator masing-masing bidang beserta anggotanya dari siswa terpilih serta Pembina OSIS dari guru yang dipilih oleh pihak sekolah yang berada di bawah Kesiswaan. Anggota OSIS adalah seluruh siswa-siswa yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada.

Pemilihan ketua dan pengurus OSIS di SMPN 1 Kota Solok dimulai dari pendaftaran calon dari masing-masing perwakilan kelas, kemudian dilakukan penyeleksian dan wawancara.

Setelah dilakukan wawancara didapatkan tiga pasang calon yaitu nomor urut satu, Rasyid Fathiha Al-Sami berpasangan dengan Alghifari Rahma Oktavian, nomor urut dua, Farel Pasha Dinata dan Muhammad Aidil, nomor urut tiga, Nafis Athaa Alghifari dan Muhammad Wafdan Q.

Sebelumnya, pada hari Jumat, 12 Agustus 2022 masing-masing pasang calon melakukan orasi untuk menyampaikan visi dan misi kepada seluruh siswa-siswa. Setiap pasang calon saling menawarkan dan memberikan yang terbaik untuk mendukung kegiatan di SMP Negeri 1 Kota Solok, yang mana visi dan misi mereka tujuannya sama adalah sama-sama memajukan sekolah untuk menjadi yang terbaik. Dalam pemilihan ini seluruh siswa SMP Negeri 1 Kota Solok berhak memberikan suaranya dengan cara mencoblos.

Pada pelaksanaan pemilihan, Hj. Yuldarmi, S.Pd selaku kepala sekolah menyampaikan kepada para siswa bahwa pemilihan Ketua OSIS ini sarana untuk melatih berdemokrasi sejak dini.

“Kita melakukan kegiatan pemilihan ini sesuai dengan asas pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia, Pemilu dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Atau yang kita kenal sebagai Luber dan Jurdil,” jelasnya.

Yuldarmi berharap semua siswa bisa mengambil pelajaran bahwa kita harus bisa menghargai perbedaan pendapat. “Semoga perbedaan pendapat tidak membuat kita bercerai berai, karena sejak dini siswa-siswa sudah dilatih,” harapnya. (af)

Tags: ,