Pemko Solok Mendukung Pengutamaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik

Pemko Solok Mendukung Pengutamaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik

Solok, (InfoPublikSolok) – Penulisan unsur serapan dalam Bahasa Indonesia telah diatur dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Dalam pedoman itu terdapat ketentuan – ketentuan yang harus diperhatikan dalam pengindonesiaan kata atau istilah asing. Apabila kita mengamati kata-kata yang tertera di tempat-tempat umum, seperti di jalan raya, rumah sakit, puskesmas, pasar, dan lain sebagainya, banyak kata yang bisa kita temukan dengan penulisan yang berbeda di berbagai tempat. Hal ini tidak hanya terjadi di tempat-tempat tersebut, tetapi juga di media cetak maupun elektronik, kita bisa melihat perbedaan penulisan kata-kata tertentu.

Dalam rangka meluruskan hal tersebut, Balai Bahasa Sumatera Barat bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok melaksanakan penyuluhan penggunaan media bahasa luar ruang. Acara yang dihelat di aula kantor Lurah Nan Balimo ini berlangsung selama tiga hari terhitung dari Jumat (8/11), yang dihadiri oleh Sekretaris Diskominfo, Lusya Adelina, Kabid Pengelolaan Informasi dan Media Komunikasi Publik, Mukhni, Kasi Pengelolaan Pelayanan Informasi Publik, Beny Junaidi.

Pada kegiatan ini panitia menghadirkan tiga orang narasumber dari Balai bahasa Sumatera Barat, yaitu Lismelinda,M.Pd., Dr. PutriAsmarini, M.A. dan Rita Novita, M.Hum dengan materi bentuk dan pilihan kata, penulisan kalimat serta ejaan bahasa indonesia. Peserta merupakan perwakilan dari beberapa percetakan (advertising) yang ada di Kota Solok.

Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam komunikasi resmi pemerintahan akan meningkatkan martabat Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara. Kita sekarang menghadapi bencana gempa bahasa, gempa diruang publik yaitu dengan serangan bahasa asing yang ada di ruang publik kita.

Tuntutan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik tidak hanya untuk keperluan naskah dinas pada instansi pemerintah, akan tetapi juga diperlukan dalam komunikasi resmi pemerintah di luar ruang, Bahasa Indonesia adalah bahasa Negara yang harus digunakan secara baik dan benar dalam penyelenggaraan Negara

Hal inilah yang disampaikan oleh Sekretaris Diskominfo pada saat sambutan pembukaan, ” Bahwa Pemko Solok mendukung pengutamaan bahasa Indonesia di ruang publik. Oleh karena itu, diperlukan sikap positif tertib berbahasa agar penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik sesuai dengan ketentuan hukum dan kaidah kebahasaan yang berlaku, ” ujar Lusya.

Melalui kegiatan dari Balai Bahasa Sumbar kerjasama  dengan  Diskominfo ini peserta mendapatkan pencerahan mengenai peristilahan Bahasa Indonesia, penyusunan kalimat, paragraf, penggunaan ejaan Bahasa Indonesia dan penerapan Bahasa Indonesia yang baik dan benar pada media luar ruang, dengan sasaran para pelaku usaha percetakan/ advertising maupun  para pegawai yang sering berkaitan dengan publikasi media luar ruang.

” Semoga melalui kegiatan ini banyak manfaat yang bisa kita ambil terutama dalam hal pelestarian dan pemanfaatan bahasa indonesia yang baik dan benar, ” pungkas Sekdis.

Hari pertama dengan narasumber Lismelinda yang mengambil tema  ” Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing”. Dalam materi ini, Ia menjelaskan tentang beberapa jenis bahasa media luar ruang yang terdapat pada poster, spanduk, baliho, papan nama, mural (lukisan pada dinding), banner, umbul-umbul (media di pinggir jalan/ petunjuk arah), dan sebagainya.

“Perlu diperhatikan juga untuk tidak menjebak si pembaca dengan kata-kata yang terlalu panjang pada papan iklan, yang berakibat fatal bagi pengendara yang membaca karena kehilangan keseimbangan, kita juga harus benar-benar cermat dalam memilih kata dan pemilihan jenis kata baku dan tidak baku,” papar Lismelinda mengingatkan peserta. (eg)

Tags: , , , , , , , , , , ,