Pemko Solok, Optimalkan Pelayanan Adminduk Dengan Siak Versi 7.0

Pemko Solok, Optimalkan Pelayanan Adminduk Dengan Siak Versi 7.0

Solok, (InfoPublikSolok) – Dengan terbitnya Permendagri Nomor 118 tahun 2017 tentang Blanko KK, Register dan Kutipan Akta Pencatatan Sipil, Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) segera menindaklanjutinya dengan menginstal dan mempelajari upgrade aplikasi SIAK dengan versi terbaru, yaitu peningkatan dari versi 6.0 ke versi 7.0.

Format SIAK versi 7.0 yang berbeda dengan versi sebelumnya adalah tampilan Kartu Keluarga (KK) yang baru. Hal ini dibenarkan Kepala Disdukcapil Kota Solok Drs. Syaiful A, ketika berbincang dengan IPS, Senin (27/8).

“Sebelumnya tampilan KK hanya ada 15 kolom, namun pada SIAK versi 7.0 ini ditambah lagi dengan kolom tanggal pernikahan, golongan darah, kemudian penambahan kolom kepercayaan, sesuai dengan keputusan MK Nomor: 97/PUU-XIV/2016 tentang Pencantuman Penghayat Kepercayaan dalam Kolom KTP-el dan KK,” terang Kadis Dukcapil.

SIAK merupakan salah satu perangkat yang harus digunakan pada waktu memberikan pelayanan kepada penduduk dalam urusan administrasi kependudukan (Adminduk) dengan memanfaatkan dan menerapkan teknologi informasi. Dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2006, pasal 82 ayat (2) beserta penjelasannya mengatur bahwa dari penerapan SIAK terbangunnya database kependudukan, yaitu kumpulan berbagai jenis data kependudukan yang tersimpan secara sistematik, terstruktur dan saling berhubungan dengan menggunakan perangkat lunak, perangkat keras dan jaringan komunikasi data.

Dari database kependudukan dimaksud, antara lain diterbitkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), sebagai nomor identitas tunggal yang wajib dimiliki oleh setiap penduduk, berlaku seumur hidup dan dicantumkan di setiap dokumen administrasi kependudukan (KTP, KK, dan Akta-akta Catatan Sipil), serta dijadikan sebagai dasar dalam penerbitan paspor, surat izin mengemudi, nomor pokok wajib pajak, polis asuransi, sertifikat tanah dan penerbitan dokumen identitas lainnya. Penerbitan dokumen administrasi kependudukan dimaksud berlangsung karena adanya peristiwa penting (lahir, mati, kawin, cerai, pengakuan anak, pengesahan anak, pengesahan anak) dan peristiwa kependudukan (pindah dan datang dan peristiwa kependudukan lainnya).

Hal yang berbeda pada versi terbaru ini adalah dalam pengurusan KK, pemohon harus melampirkan fotocopy akta perkawinan dan golongan darah. Namun kelanjutannya tinggal menunggu petunjuk teknis dari pusat, misalnya bagi WNI non muslim yang belum mencantumkan akta perkawinan, atau surat nikah bagi muslim, maka dalam KK nya akan tertulis “kawin tidak tercatat” meskipun sudah memiliki surat atau akta nikah, karena belum dimasukkan nomor serta tanggal surat nikahnya.

SIAK versi 7.0 menekankan perbaharuan penulisan status perkawinan seseorang, dan versi terbaru resmi diberlakukan sejak Senin 6 Agustus lalu. Dalam pengoptimalan penggunaan aplikasi SIAK versi 7.0 ini, pada September mendatang Dinas Dukcapil Kota Solok akan ikuti bimbingan teknis terkait KK baru ini di Jogjakarta, termasuk akan belajar soal Administrasi Data Base (ADB) dan format KK. (am)

Tags: , , ,