Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi

Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Kesehatan adakan workshop pencegahan dan pengendalian infeksi tahun 2020. Di hotel Taufina Kota Solok, selama 2 (dua) hari dari tanggal 2 s/d 3 Desember 2020.

Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili oleh dr. Hidayaturrahmi, M.Kes, dalam sambuatannya mengatakan Semakin pesatnya ilmu dan teknologi di bidang medis masa kini, maka semakin kompleks pula pelayanan kesehatan di puskesmas. Ditandai dengan meningkatnya prosedur-posedur invasive baik untuk terapi maupun untuk pemantauan kondisi pasien. Keadaan ini akan menimbulkan dampak meningkatnya kejadian infeksi di pusat pelayanan terutama puskesmas yang dikenal dengan infeksi puskesmas atau Healthcare Associated Infections (HAIs).

Dalam rangka mencegah dan mengendalikan infeksi tersebut, maka Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyusun kebijakan dan pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi yang harus dilaksanakan oleh semua puskesmas yang ada di Indonesia.

“Sejalan dengan amanat Puskesmas juga telah membentuk Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), menyusun kebijakan serta pedoman PPI puskesmas lain. Guna melaksanakan kebijakan dan pedoman tersebut perlu disusun program PPI untuk jangka waktu 1 (satu) tahun yang wajib dilaksanakan oleh Komite PPI  lewat Tim PPI  Puskesmas serta seluruh unit pelayanan baik medis maupun non medis di lingkungan  Puskesmas,” tuturnya Hidayaturrahmi.

Selanjtnya, Hartini, Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan mengatakan “Infeksi akan berdampak menurunkan mutu pelayanan kesehatan pada pasien karena akan meningkatkan angka kematian dan biaya perawatan akibat semakin lamanya hari rawat serta biaya pengobatan semakin besar,” jelasnya.

Lanjutnya, “Infeksi juga membahayakan petugas medis sendiri karena mereka beresiko tertular infeksi di tempat kerja yang penatalaksaan umumnya sulit dan mahal. Keluarga pasien dan pengunjung juga berpotensi menularkan penyakit dari komunitas kepada pasien yang sementara dirawat, namun mereka juga berpotensi tertular infeksi,” ungkap Hartini.

Kejadian infeksi adalah infeksi yang didapat atau timbul pada waktu pasien dirawat di puskesmas, hal ini merupakan persoalan serius yang dapat menjadi penyebab langsung atau tidak dapat langsung kematian pasien. Beberapa kejadian infeksi  mungkin tidak menyebabkan kematian pasien akan tetapi dapat menjadi penyebab penting pasien dirawat lebih lama.

Penyebabnya oleh kuman yang berada di lingkungan puskesmas oleh kuman yang sudah dibawa oleh pasien sendiri, yaitu kuman endogen. Dari batasan ini dapat disimpulkan bahwa kejadian infeksi adalah infeksi yang secara potensial dapat dicegah. Salah satu hal yang perlu disadari  bahwa kualitas pencegahan dan pengendalian infeksi di puskesmas yang masih sangat rendah, berdampak pada rendahnya mutu pelayanan maupun bertambahnya beban yang harus ditanggung oleh penderita.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan yang meliputi kualitas pelayanan, manajemen risiko, clinical governance dan keselamatan kerja di Puskesmas,” jelas Hartini

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili oleh Kabid PPSDK, dr. Hidayaturrahmi,M.Kes, dan Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan, Ns.Hartini,S.Kep.M.Biomed beserta staff. Peserta yang hadir di acara ini jumlah 80 orang yang terdiri dari Petugas ke 4 (empat) Puskesmas Di kota Solok. Adapun narasumber acara ini Ns.Ansar Bonas Slfa,S.Kep.MARS Ketua HIPPII Padang dan Ns.Zilda Enggreini,S.Kep anggota HIPPI Padang (es).

Tags: , , , , , ,