Penerimaan Siswa Baru SD IT IQRA’

Penerimaan Siswa Baru SD IT IQRA’

Solok, (InfoPublikSolok) – Tahun ajaran baru 2019/2020 masih dua bulan lagi, namun SD IT Iqra’ sudah menyelenggarakan penerimaan siswa baru sejak sebulan yang lalu.

Sejak didirikan tahun 2002, tahun ini merupakan tahun dimana jumlah pendaftar di sekolah ini paling banyak yaitu sebanyak 142 orang. Sehingga SD IT Iqra mengadakan seleksi terhadap calon siswa pada Jum’at (19/4/2019).

Ketua panitia Ustadzah Lala Roza, S.Pt dalam sambutannya menyampaikan bahwa seleksi ini dilaksanakan dua jenis sekaligus yaitu untuk siswa dan orang tua. Bagi siswa yang difokuskan adalah tingkat kematangan dan kemandirian anak, bukan tes membaca ataupun menghitung. “Kalaupun ada siswa yang sudah mampu membaca dan hitungan itu merupakan nilai lebih bagi mereka,” ujarnya.

Sedangkan orang tua pada ruangan yang lain mengikuti tes wawancara yang langsung berhadapan dengan pengurus yayayan Iqra’ Bismirobbika.

Tujuannya adalah untuk menjalin kerjasama antara  orang tua dan sekolah agar terjalin sinergi yang baik dalam pola pendidikan di sekolah dengan pendidikan oleh orang tua, juga untuk menanyakan langsung kesediaan menjadi orang tua asuh dan melakukan subsidi silang  untuk  memberikan kesempatan pada siswa yang kurang  mampu  agar dapat mengeyam pendidikan di sekolah ini

Calon siswa ini sebelum memasuki ruangan seleksi dikumpulkan terlebih dahulu dalam satu ruangan dengan didampingi oleh beberapa orang Ustadzah, mereka diajak terlibat dalam permainan, bernyanyi serta menyaksikan tontonan islami untuk menghilangkan kejenuhan menunggu kesempatan mengikuti seleksi di ruangan khusus secara bergiliran sebanyak 10 orang setiap sesi.

Belum jadi siswa saja mereka telah diberikan sentuhan khusus dan kasih sayang sehingga anak-anak dengan ocehan polosnya menyatakan ‘semoga dedek lulus ya mi’. Ungkapan ini menunjukkan perasaan mendalam anak yang merasa nyaman berada di lingkungan sekolah tersebut. Suasana interaksi antara siswa dan pendidik yang seharusnya juga menjadi bahan renungan bagi pengelola pendidikan lainnya terutama sekolah milik pemerintah.

Pada keesokan hari tepatnya, 20 April 2019 langsung diumumkan siswa lulus seleksi sebanyak 112 siswa yang akan didistribusikan pada 4 kelas nantinya dan siswa cadangan sebanyak 13 orang. Pada kesempatan ini juga diberikan informasi tentang biaya dan fasilitas yang diperoleh siswa dengan biaya tersebut serta semua persyaratan yang harus dilengkapi untuk menjadi siswa di SD IT Iqra’ ini.

Yang menarik adalah dari segi biaya pendaftaran, untuk putri sebesar Rp. 4.500.000 dan putra Rp. 4.350.000, bukan angka yang kecil untuk biaya masuk sebuah Sekolah Dasar. Tentunya orang tua yang memutuskan untuk rela merogoh lebih dalam kantong mereka dan memilih menyerahkan pendidikan buah hatinya di sekolah ini memiliki alasan yang tidak sederhana, padahal di sekolah negeri tidak dikenakan biaya pendidikan juga tanpa adanya tes terhadap siswa maupun orang tua.

Salah seorang orang tua murid menyatakan merasa percaya dengan pola pendidikan yang di terapkan pada sekolah Islam Terpadu ini karena anak-anak mereka memiliki karakter positif dan juga sentuhan hati serta kasih sayang yang diberikan membentuk karakter positif pada diri anak-anak mereka.

Sekolah yang dipimpin oleh Ustadzah Yuli Desri Wanti S.Pt ini menggunakan sistem setiap kelasnya didampingi oleh 2 orang Ustadz/Ustadzah. Dari segi intelektual, siswa dibekali dengan kurikulum nasional yang diperkaya dengan kurikulum khusus sekolah islam terpadu, Kemandirian dan kecakapan hidup anak juga terbentuk dengan berbagai kegiatan yang dilkasanakan sekolah, seperti berbagai kegiatan Ekstrakurikuler seperti Renang, Menari, Silat, Drumband dan life skill lainnya.

Kegiatan kunjungan edukatif juga melatih kemandirian siswa mulai dari kelas satu yang dilaksanakan dua kali dalam satu semester dilaksanakan dalam bentuk kegiatan kunjungan ke tempat-tempat yang dapat dijadikan sarana untuk mengembangkan kemampuan siswa di daerah dalam kota dan luar kota.

Kegiatan lainnya juga ada dalam bentuk Super Camp dimana siswa kelas empat dan lima diajak untuk berkemah di alam dan diadakan berbagai kegiatan yang melatih ketempilan anak serta kekeluargaan mereka, serta masih banyak kegiatan lainnya.

Dari segi keimanan, siswa terus dituntun untuk melaksanakan sholat  wajib atau sunnah, zikir harian, hafalan Al-qur’an dan pembelajaran keislaman lainnya. Dalam pembentukan moral dan emosional siswa, para Ustadz/Ustadzah memberikan contoh tauladan akhlaqul karimah

Pada akhirnya semua harapan orang tua yang tertumpang pada sekolah ini hendaknya juga diimbangi dengan kesadaran bahwa sebuah lembaga yang dikelola oleh manusia biasa tentunya memiliki kekurangan yang harus disadari bersama dan memperbaikinya untuk lebih baik lagi  di masa depan kelak. (hu)

Tags: , ,