Penguatan Moderasi Beragama Merupakan Program Prioritas

Penguatan Moderasi Beragama Merupakan Program Prioritas

Kota Solok, (Info Publik Solok) – Kepala Kantor kementerian Agama Kota Solok yang diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah H. Afrizen memberikan arahan pada saat pelaksanaan Apel gabungan jajaran ASN di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Solok, bertempat di halaman Kantor Kemenag Kota Solok. Senin (11/10/21).

H. Afrizen menyampaikan beberapa pesan yang berhubungan dengan ASN terkhusus ASN Kemenag Kota Solok sebagai ASN Kemenag harus mempunyai karakter keterbukaan Publik terhadap Informasi yang dikelola secara Intelektual. Apalagi saat ini adanya tantangan terhadap Kementerian Agama yaitu tentang Paham Keagamaan, Semua ASN Kementerian Agama harus mempunyai Intektualitas dalam menghadapi dan memahami tentang Paham Keagamaan. Karena ini akan berhubungan dengan moderasi beragama yang harus di pahami ASN secara utuh.

Hal ini sejalan dengan apa yang telah diamanatkan dalam Undang Undang KIP 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik khususnya pada Pasal 1 ayat 2 yang berbunyi, ” Informasi Publik adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan/atau diterima oleh suatu badan publik yang berkaitan dengan penyelenggara dan penyelenggaraan negara dan/atau penyelenggara dan penyelenggaraan badan publik lainnya yang sesuai dengan Undang Undang ini serta informasi lain yang bersifat terbuka.

“ASN Kemenag dalam menyampaikan syiar agama harus mengerti dari segala hal yang berhubungan dengan pemahaman nilai-nilai keagamaan. ASN Kemenag diharapkan akan lebih bisa berkreasi dalam menyampaikan hal yang berkaitan dengan moderasi beragama,” ujarnya.

Sebagai ASN Kemenag harus melek Moderasi Beragama, dalam artian harus menyesuaikan dengan perkembangan kondisi zaman saat ini. Penguatan Moderasi Beragama merupakan program prioritas pertama Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Selanjutnya H. Afrizen mengatakan “ Kita sebagai ASN mempunyai keterbatasan, tidak semua kita mempunyai kompetensi yang sama, maka kita harus menyadari tugas dan kewajiban kita sebagai ASN sehingga peran kita sebagai ASN bisa terlihat dengan nyata,” ungkap H. Afrizen.(SAF)