Penilaian STBM Award Kota Solok Tahun 2019

Penilaian STBM Award Kota Solok Tahun 2019

Solok, (InfoPublikSolok) – Penilaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award Kota Solok Tahun 2019, di Balairung 99, Selasa (27/08/2019) . Acara ini dibuka oleh Walikota Solok Zul Elfian didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok Ambun Kadri beserta jajarannya. Turut hadir Kepala OPD terkait, Camat Lurah se Kota Solok, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Perumahan Permukiman, Kepala UPTD dan Sanitarian Se Kota Solok. Tim Verifikasi yang hadir yaitu Hony Irawan sebagai pendamping dari Bappenas, Didi Untung Wijayadi dari Bina Bangda Kemendagri dan Suzanna, Direktorat Kesehatan Lingkungan.

Walikota Solok H. Zul Elfian, SH, M. Si mengatakan melalui verifikasi STBM Award ini kita bisa mempertahankan status stop buang air besar sembarangan dan bisa meningkat menjadi STBM 5 pilar. Masyarakat kita telah membuat komitmen untuk membangun jamban dalam pemicuan harus tetap didampingi, dilakukan pengawasan oleh tim pemicu harus tetap didampingi, dilakukan pengawasan oleh tim pemicu yang telah melakukan pemicuan secara berkesinambungan seperti bidan, sanitarian puskesmas secara aktif memantau perkembangan STBM di kelurahan tersebut. Hal ini dilakukan agar masyarakat merasa diperhatikan dan dihargai hasil kerjanya sehingga masyarakat tetap semangat dan masyarakat yang sebelumnya tidak terpicu timbul rasa malu dan ikut membangun jamban seperti warga kelurahan lainnya, pemantauan terus dilakukan sampai akhirnya seluruh masyarakat tersebut dinyatakan bebas dari buang air besar sembarangan atau ODF ( Open Defecation Free ), tuturnya.

Lebih lanjut, Zul Elfian, SH, M. Si mengatakan mengenai peningkatan kesehatan masyarakat dalam penyediaan akses sanitasi masyarakat Kota Solok. Beliau menerangkan bahwa akses air minum dan sanitasi sudah 100 %, kawasan kumuh 0%, dari hasil survei AMPL Tahun 2017 akses sanitasi sudah layak yaitu 89,71 %, untuk meningkatkan capaian akses sanitasi maka dilakukanlah sosialisasi 5 pilar STBM bagi TOMA. Adapun beberapa kelurahan masyarakat yang terpicu stop buang air besar sembarangan yaitu di Kelurahan Laing, PPA, Simpang Rumbio, dan Tanjung Paku. Untuk pencapaian akses CTPS maka disekolah telah disediakan sarana cuci tangan pakai sabun (CTPS), inovasi strategi kota solok terdiri dari 5 pilar antara lain: Pilar 1 (SBS) yaitu tentang percepatan STBM, Sk Tim Verifikasi ODF penganggaran untuk Ipal dan MCK komunal, Pilar 2 (CTPS) yaitu sarana CTPS sudah ada disetiap sekolah, koordinasi lintas sektor dan program, Pilar 3 (Pengolahan air minum dan makan) yaitu Pengawasan higiene sanitasi depot, pemeriksaan sampel air secara rutin dan pemberian stiker bagi depot yang memenuhi syarat kesehatan, Pilar 4 (Pengolahan Sampah) yaitu rencana induk pengolahan sampah, bank sampah disekolah, Pilar 5 (Pengolahan Limbah) yaitu instalasi pengolahan limpur tinja, tuturnya.

Tim verifikasi Didi Untung Wijayadi berharap adanya diskusi agar bisa lebih berkembang dan bisa jadi contoh di tempat lain, bukan hanya sanitasi saja tapi air bersih juga, semoga STMB ini bisa berjalan sesuai dengan ketentuannya, tuturnya.

Sementara itu, Suzanna mengatakan kegiatan ini adalah upaya atau informasi yang dilakukan Kota Solok sehingga ODF ini bisa terwujud dan akan langsung di verifikasi dan didampingi langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan beserta jajaran dari puskesmas yang jadi ujung tombak sanitarian.

“Kami berharap, ada dibeberapa Puskesmas yang kita punya itu kami verifikasi sebagai sanitarian yang mempunyai inovasi dan upaya yang lebih dan luar biasa untuk mendorong kecepatan ODF diwilayah kerjanya,” ungkapnya. (es)

Tags: , , ,