Peningkatan Kapasitas Petugas Pelayanan Kesehatan Reproduksi Terpadu di Puskesmas

Peningkatan Kapasitas Petugas Pelayanan Kesehatan Reproduksi Terpadu di Puskesmas

Solok (InfoPublikSolok) – Dinas Kesehatan Kota Solok menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengetahuan Tenaga Kesehatan tentang Pelayanan Kesehatan Reproduksi Terpadu dengan mendatangkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Selasa (19/3/2019).

Pertemuan yang digelar di Aula Dinas Kesehatan ini diikuti oleh 35 orang Petugas Kesehatan se-kota Solok tuut dihadiri Kabid P2 dan Kesehatan Masyarakat, dr. Pepy Ledy Soffiany dan Kepala Seksi Kesga dan Gizi Masyarakat, Ns. Aprinur Azwira, S.Kep.

Pembinaan kesehatan remaja telah dilakukan melalui pelayanan kesehatan dasar dan rujukan pada Poli Remaja di empat Puskesmas di Kota Solok yang dikenal dengan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR).

“Melalui pertemuan ini diharapkan nantinya dapat meningkatkan kemampuan petugas kesehatan dalam memberikan konseling PKPR serta kesehatan reproduksi pada kelompok remaja di sekolah maupun di luar sekolah sesuai dengan permasalahan yang dihadapi,” kata Kepala Bidang P2 dan Kesmas, dr. Pepy Ledy Soffiany.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Solok telah melakukan kesepakatan bersama empat Kepala Puskesmas di kota Solok untuk membentuk Pelayanan Kesehatan Reproduksi Terpadu (PKRT).

Dalam Kesempatan ini, Neneng Susanti, SKM yang merupakan staf Seksi Kesga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat mengawali materinya dengan penjelasan pola karakteristik tumbuh kembang remaja.

“Masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan pesat baik fisik, psikologis maupun intelektual,” jelasnya.

Pesatnya tumbuh kembang ini menyebabkan remaja dimanapun ia menetap mempunyai sifat khas yang sama yaitu mempunyai rasa keingintahuan yang besar, menyukai petualangan dan tantangan serta cenderung berani menanggung resiko atas perbuatannya tanpa didahului oleh pertimbangan yang matang.

Sifat tersebut dihadapkan pada ketersediaan sarana di sekitarnya yang dapat memenuhi keingintahuan tersebut. keadaan ini sering kali mendatangkan konflik batin dalam diri remaja.

“Apabila keputusan yang diambil dalam menghadapi konflik tidak tepat, maka remaja akan jatuh ke dalam perilaku berisiko dan mungkin harus menanggung akibat dalam bentuk berbagai masalah kesehatan fisik dan psikososial, yang bahkan mungkin harus ditanggung seumur hidupnya,” paparnya.

Guna meningkatkan keberhasilan dan derajat kesehatan remaja, maka upaya nyata yang perlu dilakukan adalah dengan mengikut sertakan Kader Remaja yang disebut Pendidik Sebaya atau Konselor Sebaya.

Kader Remaja merupakan perpanjangan tangan dinas kesehatan sebagai agen pengubah sebaya untuk berprilaku sehat dan sebagai kelompok yang siap membantu dan menjadi tempat curhat bagi teman yang membutuhkan. (es)

Tags: , , , , , ,