Info Publik Solok

Media Informasi Masyarakat Kota Solok

2 Maret 2024

Walikota: Perwako 29 Tahun 2015 Akan Ditinjau Ulang

Walikota: Perwako 29 Tahun 2015 Akan Ditinjau Ulang

Solok (MC Kota Solok)  –  Walikota Solok Zul Elfian memerintahkan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Ir. Helmiyati untuk meninjau ulang Peraturan Walikota (Perwako) Solok Nomor 29 tahun 2015 berkaitan dengan pembayaran kontribusi bagi siswa SMA/SMK asal Kabupaten Solok yang bersekolah di Kota Solok karena Perwako itu dinilai diskriminasi. Siapa saja boleh bersekolah di Kota Solok dan sebaliknya orang Kota Solok juga bisa bersekolah di Kabupaten Solok karena kita berada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, hanya saja jika ada peraturan yang mengikat perlu diluruskan kembali, jelas Zul Elfian saat temu ramah dan silaturahmi dengan wartawan di Balai Kota Solok Rabu .

Selain meninjau ulang, Sekda juga diminta melakukan kajian kembali karena pembayaran kontribusi bisa berdanpak buruk pada keutuhan dan hubungan antara Kota dan Kabupaten Solok, Kota Solok tidak bisa berdiri sendiri dan membutuhkan dukungan juga dari Kabupaten Solok, apalagi Kota Solok dilahirkan oleh Kabupaten Solok. “Saya bersykur adanya kritikan maupun informasi dari wartawan tentang Perwako nomor 29 Tahun 2015 yang mewajibkan siswa asal Kabupaten Solok membayar sebesar Rp 145.000/bulan ke sekolah dengan alasan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), papar Walikota yang saat silaturahmi itu juga didampingi Wakilnya Reinier (24/2).

Dalam temu ramah itu, Walikota Solok kembali memaparkan pada wartawan tentang komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih dari praktek tidak terpuji, komitmen itu diawali dari pimpinan daerah, sekda, asisten dan terus kejajaran bawahan. Zul Elfian juga meminta pada jajarannya agar menghindari pungutan-pungutan yang tidak ada dasar hukumnya, jika itu dilakukan sama saja dengan perampokan uang negara. Ingat kata Zul Elfian, pemerintah sudah memberikan yang halal untuk dinikmati, mulai dari gaji, tunjangan jabatan dan juga tunjangan daerah, nikmati saja apa yang sudah diberikan negara karena didukung dengan payung hukumnya. Kalau masih saja terjadi pungutan lain yang tidak ada payung hukumnya berarti merampok uang negara.

Walikota Solok meminta pengawasan dari semua pihak, baik wartawan, masyarakat dan aparat penegak hukum, bahkan Zul Elfian juga berencana membuka call center nantinya sehingga pengawasan berlapis bisa menekan praktek korupsi. Sebelumnya Selasa dan Rabu (23-24/2) Walikota Solok dan Wakil Walikota Solok juga menghadiri Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Lubuk Sikarah dan Tanjung Harapan di kantor camat setempat. Dalam Musrenbang itu Zul Elfian menekankan tentang perlunya peningkatan ekonomi masyarakat. Untuk menggairahkan ekonomi masyarakat, Walikota segera membentuk lembaga keuangan mikro yang dikelola pengurus mesjid yang ada di Kota Solok, bagi kaum ibu yang membutuhkan permodalan untuk berusaha bisa meminjam ke lembaga keuangan mikro tersebut tanpa agunan, hanya saja modal perlu dikembalikan dengan sistim cicil. (Alfian/Feri)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.