Penyelamatan Arsip Sebagai Bahan Akuntabilitas dan Warisan Dokumenter

Penyelamatan Arsip Sebagai Bahan Akuntabilitas dan Warisan Dokumenter

Solok, (InfoPublikSolok) – Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mengadakan Seminar Kearsipan Nasional Online “Mengubah Ancaman Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) menjadi Peluang dalam mendukung terwujudnya penyelamatan Arsip sebagai bahan Akuntabilitas dan Warisan Dokumenter” melalui Youtube. Acara tersebut diikuti oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Solok Wadirman, beserta jajaran, secara daring yang bertempat di studio mini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok, Rabu (5/08).

Plt. Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia M. Taufik dalam penyampaian laporan pelaksanaan tugas mengungkapkan “Seminar Kearsipan Nasional Online yang bertemakan “Mengubah Ancaman Covid-19 menjadi Peluang dalam mendukung terwujudnya penyelamatan Arsip sebagai bahan Akuntabilitas dan Warisan Dokumenter” ini di ikuti oleh seluruh komunitas kearsipan di Indonesia. Meskipun dilaksanakan secara daring, tetapi tidak mengurangi khidmat acara dan antusiasme seluruh komunitas kearsipan di Indonesia untuk berpartisipasi dalam mengikuti kegiatan ini”.

Lebih lanjut M. Taufik menjelaskan penyelenggaraan seminar kearsipan nasional online ini sebagai salah satu upaya Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) untuk menyelamatkan dan menjamin kesediaan arsip yang handal dan terpercaya yang sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.

“Kegiatan ini dilaksanakan agar semua arsip Pandemi Covid-19 terselamatkan dari cara penanganan hingga kebijakan yang terbit untuk penangan covid-19 sebagai bahan akuntabilitas dan warisan documenter nantinya,” jelasnya.

Pelaksanaan seminar kearsipan nasional online ini dibuka oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional yang diwakili oleh Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Slamet Soedarsono, dengan menghadirkan Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo sebagai narasumber.

Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan dalam sambutannya mengatakan “Program Pemulihan Ekonomi Nasional bertujuan melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha dalam menjalankan usahanya selama pandemi Covid-19,” jelas Slamet.

Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo menjelaskan “Adaptasi kebiasaan baru dengan cara melakukan sosialisasi, edukasi dan promosi kesehatan mengenai protokol kesehatan dan disiplin penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menggunakan masker, menjaga jarak sehat (social/physical distancing), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Gerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat (GERMAS) dengan olahraga teratur/istirahat yang cukup, meningkatkan imunitas tubuh melalui konsumsi buah, sayur dan gizi seimbang”.

“Salah satu strategi penuurunan kasus Covid 19 di Jawa Tengah adalah dengan Jogo Tonggo, Satgas kesehatan Jogo Tonggo adalah Satuan Tugas yang bertugas untuk mendorong, memastikan dan memantau terselenggaranya protokol kesehatan melawan covid-19 dengan benar dan efektif.” jelas Ganjar Pranowo.

Lebih lanjut Ganjar Pranowo menjelaskan perencanaan penanganan Covid 19, dilakukan berdasarkan kebutuhan dalam pelaksanaan penanganan Covid 19. Penanganan Covid 19 membutuhkan sinergi antara aspek kesehatan masyarakat dan clinical management. “Masyarakat adalah kunci kekuatan kesehatan masyarakat, pemberdayaan masyarakat menuju budaya adaptasi kebiasaan baru di keluarga, desa dan tempat umum, PHBS harus menjadi budaya kehidupan masyarakat. Masyarakat harus memahami dan melaksanakan protokol Covid-19 secara efektif. Kunci keberhasilannya adalah pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat itu sendiri,” ungkapnya mengakhiri materinya. (jij)

Tags: , , , , , , ,