Penyeliaan Fasilitatif Dalam Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil

Penyeliaan Fasilitatif Dalam Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Kesehatan melaksanakan Monitoring Evaluasi Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil dengan tema Penyeliaan Fasilitatif di Aula Dinas Kesehatan Kota Solok, Jum’at (27/08/2021).

Acara ini dihadiri oleh Kabid P2 dan Kesmas dr. Pepy Ledy Soffiany, MKM, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat, Ns. Aprinur Azwira, S.Kep beserta staf. Peserta acara Kepala Puskesmas, Bidan Koordinator, Penanggung jawab Program Gizi, Penanggung jawab program Ibu, Penanggung jawab program Anak, Penanggung jawab Program PKPR, Penanggung jawab Lansia serta penanggung jawab Pustu dan Poskeskel.

Dalam sambutannya dr. Pepy Ledy mengatakan, Penyeliaan Fasilitatif adalah suatu proses pengarahan bantuan dan pelatihan yang mendorong peningkatan kinerja dalam pelayanan yang bermutu. Penyeliaan mempunyai perhatian terhadap standar masukan (input) dan proses. Metode yang digunakan dalam pendekatan penyeliaan fasilitatif bertumpu pada pendekatan perbaikan mutu. Tiga tahap pendekatan mutu digunakan, baik dari upaya pengembangan standar, upaya penilaian mutu, dan upaya peningkatan mutu.

Dalam implementasinya, Penyeliaan Fasilitatif dimulai dengan pengembangan daftar tilik sebagai ukuran standar pelayanan KIA, dilanjutkan dengan tahap penilaian terhadap standar dalam bentuk kajian mandiri, Verifikasi dan rekapitulasi. Langkah kemudian adalah pembuatan perencanaan secara mandiri sebagai upaya peningkatan mutu. Langkah-langkah ini dilakukan dalam sebuah siklus yang berkesinambungan.

“Pendekatan penyeliaan fasilitatif terarah, sistematis dan berbasis data. Daftar tilik sebagai standar pelayanan membuat upaya peningkatan mutu menjadi jelas dan terarah. Basis data yang dihasilkan menggambarkan tingkat kepatuhan terhadap standar dan merupakan ukuran kinerja yang jelas. Metode kajian mandiri membuat kegiatan penyeliaan tidak menakutkan, karena objek selalu mengetahui dengan jelas apa yang akan dinilai,” ujar Pepy.

Lebih lanjut Aprinur Azwira juga menambahkan, dalam kegiatan verifikasi berlangsung proses bimbingan dan penyeliaan efektif dan fasilitatif. Perencanaan, pelaksanaan dan penilaian upaya peningkatan mutu akan menjamin upaya peningkatan mutu pelayanan berlangsung secara sistematis dan berkesinambungan.

“Penyeliaan yang baik adalah penyeliaan yang dijalankan secara efektif dan bersifat fasilitatif, tidak mengagetkan atau mencari-cari kesalahan. Untuk memperoleh informasi capaian kinerja perbaikan gizi masyarakat secara cepat, akurat, teratur, berkelanjutan dan dapat dipertanggungjawabkan, perlu dilaksanakan kegiatan Evaluasi Program Kesga dan Gizi yang juga dilakukan bersama dengan lintas program terkait,” tutup Aprinur Azwira. (es)

Tags: , , , , , ,