Penyuluhan PTSL di Sinapa Piliang Guna Peroleh Legalitas Kepemilikan Tanah

Penyuluhan PTSL di Sinapa Piliang Guna Peroleh Legalitas Kepemilikan Tanah

Solok, (InfoPublikSolok) – Masyarakat Kelurahan Sinapa Piliang mengikuti penyuluhan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk tahun 2019 dari Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN) Kota Solok yang dilaksanakan di Aula Kantor Lurah Sinapa Piliang, Jumat (1/2/2019).

Penyuluhan yang diberikan oleh Kantor ATR-BPN Kota Solok diwakili oleh Kasi Penataan, Leni Marlianti. Kegiatan ini dihadiri oleh Lurah Sinapa PIliang, Isnawati, S.Sos beserta perangkat kelurahan, Ketua LPMK, Ketua RT/RW, Ketua Karang Taruna, Niniak Mamak serta Bundo Kanduang Kelurahan Sinapa Piliang.

Pada kesempatan ini ATR-BPN Kota Solok menghimbau agar masyarakat bisa memahami pentingnya melegalkan hak dari kepemilikan tanahnya guna mendapatkan kepastian hukum serta perlindungan hak milik masyarakat.

Dalam hal ini, Kantor Pertanahan merupakan ujung tombak pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL).  Sebelum diterbitkan sertipikat, status yuridis sebuah bidang tanah dapat dikelompokkan menjadi K1, K2, K3 dan K4.

K1 artinya tanah tersebut statusnya clean dan clear sehingga dapat diterbitkan sertipikat. K2 artinya status tanah tersebut sengketa sehingga hanya dicatat dalam buku tanah, K3 artinya status subyek tanahnya belum memenuhi syarat (berkas tidak lengkap) sehingga hanya dicatat dalam daftar tanah, dan K4 artinya tanah tersebut sudah memiliki sertipikat namun perlu perbaikan informasi pada peta.

Dalam sambutanya, Lurah Sinapa Piliang mengucapkan terima kasih kepada Badan Pertanahan Nasional yang sudah mau memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk mengetahui tentang seluk-beluk cara pengurusan hak milik tanah.

Kepada masyarakat yang hadir, Lurah Isnawati, juga menyampaikan untuk lebih banyak bertanya kepada pihak terkait tentang tata cara pengurusan tanah dan diharapkan setelah mengikuti penyuluhan PTSL ini masyarakat yang belum memiliki sertipikat agar segera mengurus pembuatannya, dikarenakan sertipikat tanah merupakan bukti legalitas dari kepemilikan tanah.

“Manfaat sertipikat tanah itu sendiri yaitu selain memberikan kepastian hukum atas tanah juga untuk membuka akses permodalan bagi masyarakat,” lanjut Lurah Isnawati.

Sejak tahun 2017, Pemerintah melaksanakan pensertipikatan massal melalui PTSL, melalui program ini diharapkan pada tahun 2025 seluruh bidang tanah di Indonesia (126 juta bidang tanah) sudah terdaftar dan bersertipikat. (ds)

Tags: , , , ,