Peran Penyuluh Agama Islam Sangat Penting Dalam Sukseskan Program Pembangunan

Peran Penyuluh Agama Islam Sangat Penting Dalam Sukseskan Program Pembangunan

Solok, (InfoPublikSolok) –  Penyuluh agama  memiliki peran yang sangat  penting ditengah-tengah masyarakat sebagai penyambung lidah Pemerintah dibidang keagamaan, secara umum tugas penyuluh melaksanakan dan mengembangkan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan dan menyukseskan program-program pembangunan melalui penyuluhan dan bahasa agama.

Hal itu dikatakan Pelaksana Tugas Kemenag Kota Solok, Afrizen, ketika membuka kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Metode Penyuluhan Tahap I bagi penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS di Aula Abu Bakar Siddiq Kantor Kemenag setempat, Kamis (21/2/2019) yang dihadiri Kabid PAKIS Kanwil Kemenag Propinsi Sumatera Barat, Kardinal, serta para pejabat struktural di lingkungan Kemenag serta Para Penyuluh.

Plt. Kepala Kemenag yang juga Kasi Bimbingan Masyarakat Islam mengatakan, saat ini tugas penyuluh cukup berat dan mulia dimana perannya ditengah masyarakat sangat diharapkan untuk mengisi mental rohani, sebab saat ini, globalisasi sangat berpengaruh terhadap jiwa terutama generasi muda dalam mengakses teknologi informasi, makanya disini peran penyuluh dapat hendaknya menyaring seluruh arus globalisasi dan mengisi lubuk hati untuk berbuat ke arah yang lebih baik.

Bagian lain, Afrizen mengatakan, tugas Penyuluh Agama  tahun ini dihadapkan dua agenda yang harus sukses dilaksanakan, yakni pesta demokrasi, pagelaran pemilu legislatif baik lokal maupun nasional serta pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI secara serentak disamping itu MTQ  Nasional Ke 38  Tingkat Sumatera Barat yang akan digelar Juni mendatang di Kota Solok, makanya kedepan perlu mengajak masyarakat untuk menyukseskan dan menggiatkan dibidang keagamaan.

Afrizen berpesan, dengan agenda tersebut penyuluh agama ditantang untuk menciptakan kedamaian, aman terselenggara secara badunsanak.  Maka dari itu, para penyuluh agama Islam agar lebih intensif berkomunikasi dengan stakeholder untuk meningkatkan kualitas penyuluhan sebagai upaya mengatasi permasalahan yang dialami oleh ummat.

Sementara itu, Kabid PAKIS Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Kardinal, mengatakan agar Penyuluh Agama selalu waspada  dengan kondisi saat ini, dimana pesatnya berita dan informasi bohong (berita hoax) yang sering tersebar malalui media sosial. Berita hoax bisa merusak nama baik orang lain, menimbulkan perselisihan, pertengkaran bahkan bisa menimbulkan perpecahan dikalangan ummat, disinilah peran penyuluh untuk meluruskan berita “bohong” tersebut  juga dalam menyikapi berita hoax, hendaknya  berhati-hati dan bijak untuk menyikapinya. Kita harus tabayyun dengan memeriksa terlebih dahulu kebenarannya,” tutur Kardinal yang juga mantan Kakan Kemenag Kabupaten Solok ini mengakiri. (hd)

Tags: , , ,