Peringati Hari TBC dan HUT Gizi ke-59, Dinkes Gelar Kegiatan Positif

Peringati Hari TBC dan HUT Gizi ke-59, Dinkes Gelar Kegiatan Positif

Solok, (InfoPublikSolok) – Rangkaian kegiatan peringatan Hari Tuberkulosis dan HUT Gizi ke-59 tahun 2019 di Kota Solok ditutup dengan beragam kegiatan positif di lokasi car free day, depan Klinik Tumbuh Kembang Anak Jalan Sudirman, Minggu (31/3/2019) pagi.

Dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Solok, Rusdianto dan didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Ambun Kadri, rangkaian acara peringatan hari TBC dan HUT Gizi ke-59 di Kota Solok diawali dengan kegiatan senam paru-paru sehat yang diikuti oleh seluruh staf Dinas Kesehatan Kota Solok bersama masyarakat yang hadir. Setelah itu dilanjutkan dengan jalan santai dan Pemeriksaan Penyakit tidak menular (PTM).

Acara jalan santai diikuti dengan antusias oleh ratusan peserta melalui rute Pasar Raya – Simpang Poliguna – Simpang Ambacang – Simpang Sigege – Polres dan berakhir kembali di pelataran car free day.

Sepanjang rute jalan santai, Petugas Puskesmas secara serentak membagikan leaflet penyakit tuberkulosis dan masker bagi masyarakat Kota Solok.

Tidak hanya itu, pemeriksaan kesehatan gratis juga turut mendukung memeriahkan kegiatan ini meliputi cek tekanan darah, pemeriksaan cholesterol dan asam urat, pengukuran co analizer serta konseling.

Selain itu, untuk mengetahui status gizi pada masyarakat yang memeriksakan diri pada kegiatan tersebut, dibuka juga stand konseling dengan melalui program software NutriClin yang dimotori oleh seluruh anggota Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) cabang Kota Solok.

Sebagai bentuk pengabdian masyarakat dalam memperingati HUT Gizi ke-59, software NutriClin merupakan program komputerisasi untuk membantu ahli gizi dalam kegiatan konseling pada individu sehingga didapati diet yang tepat yang akan diterapkan setiap harinya.

Sekretaris Daerah Kota Solok dalam sambutannya sebelum penandatanganan komitmen bersama Pemerintah Kota Solok dalam mendukung program kesehatan TOSS TB, Stop AIDS dan Gizi Masyarakat, menjabarkan pentingnya gizi dan pemberantasan TB di Kota Solok guna menekan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit Tuberkulosis.

“Status Gizi pada keluarga yang adekuat serta perilaku hidup bersih dan sehat, memungkinkan terciptanya anak-anak yang sehat bebas stunting,” tutur Sekda.

“Untuk penyakit TB, dengan slogan TOSS TB (Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis) menjadi tugas kita semua agar masyarakat yang terkena penyakit tersebut mendapat tatalaksana pengobatan sesuai prosedur pada pelayanan kesehatan di Puskesmas yang ada di Kota Solok,” imbau Sekda menambahkan.

Dengan mengusung slogan ‘Saatnya Indonesia bebas TBC mulai dari saya, melalui peningkatan gizi keluarga’ pada rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat menambah informasi dan edukasi pada masyarakat mengenai pencegahan, pengobatan penyakit TBC serta tatalaksana gizi yang baik untuk penanggulangan stunting (kondisi di mana seorang anak memiliki tinggi badan lebih rendah dari standar usianya) yang ada di Kota Solok.

Sehingga tujuan Kota Solok sehat bebas TBC dan stunting dapat tercapai disamping Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi pendukung terlaksananya tujuan tersebut. (es)

Tags: , , , ,