Pertemuan Kader Juru Pemantau Jentik (JUMANTIK) se-Kota Solok

Pertemuan Kader Juru Pemantau Jentik (JUMANTIK) se-Kota Solok

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Kesehatan Kota Solok mengadakan pertemuan Kader Juru Pemantau Jentik (JUMANTIK) se-Kota Solok.

Kegiatan yang berlangsung pada Jum’at (26/4/2019) di Gedung Kubung Tigobaleh tersebut dihadiri oleh sekitar 300 orang peserta, yang terdiri dari Camat, Lurah, seluruh Kader Jumantik yang ada pada tiap kelurahan, petugas Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu) serta Pos Kesehatan Kelurahan (Poskeskel) se-Kota Solok.

Sedangkan Panitia dari Dinas Kesehatan Kota Solok adalah Kabid P2 dan Kesmas, dr. Peppy Ledy Soffiany dan Kasi P2, Ns. Silvia Yuniwarti beserta staf.

Dalam sambutannya, Kabid P2 Kesmas dr. Peppy Ledy Soffiany menjabarkan mekanisme kegiatan tersebut adalah untuk menekan angka kesakitan dan kematian dari penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang beberapa bulan ini merebak kasusnya di Kota Solok.

Untuk itu perlu melibatkan peran serta masyarakat untuk memutus mata rantai perkembangbiakan vektor nyamuk pembawa virus DBD yaitu nyamuk aedes agypti.

Peran masyarakat diharapkan dapat memberikan kontribusi yang baik dalam mencegah timbulnya kejadian luar biasa (KLB) pada wilayah Kota Solok melalui pemantauan oleh Kader Jumantik yang ada pada setiap kelurahan serta masyarakat sebagai pendukung kegiatan tersebut.

“Kader Jumantik diharapkan dapat memantau jentik pada 16.900 rumah yang ada di Kota Solok secara berkala serta memberikan penyuluhan tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) kepada masyarakat yang rumahnya dikunjungi oleh kader tersebut. Dalam hal ini juga diberikan wewenang kepada setiap rumah untuk menunjuk satu orang dalam rumah tersebut untuk  menjadi juru pemantau jentik, sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan tentang “SATU RUMAH SATU JUMANTIK”, Sehingga output yang didapatkan adalah menurunnya kasus DBD di Kota solok,” ungkap Kasi P2 Ns. Silvia Yuniwarti, S.Kep.

Lebih lanjut, Kabid P2 Kesmas dr. Peppy Ledy Soffiany menjelaskan keberadaan jentik yang banyak terdapat pada berbagai jenis kontainer penampung air yang dijumpai pada setiap rumah, fasilitas umum, sekolah maupun sarana ibadah.

Maka, lanjutnya, indikator yang perlu ditingkatan pada masyarakat adalah lebih giat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yaitu dengan melakukan gerakan 4M plus<, yaitu Menguras bak mandi seminggu sekali, karena siklus nyamuk dari telur sampai dewasa memakan waktu satu minggu.

Berikutnya, Mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air, Menutup rapat tempat penampungan air dan Memantau jentik pada tempat penampungan air, serta tindakan Plus diantaranya dengan memakai kelambu tempat tidur, kawat kasa pada ventilasi, tidak menggantung baju dikamar, memelihara ikan pemakan jentik, pemakaian lotion nyamuk, dan lain sebagainya.

“Dengan demikian perkembang biakan vektor nyamuk penyebab DBD dapat diberantas secara periodik dan berkala,” ujarnya.

“Diharapkan dengan aktifnya Kader Jumantik pada setiap kelurahan dan peran serta masyarakat untuk satu rumah satu jumantik serta Komitmen Pemerintah daerah yang mendukung kegiatan Gerakan Serentak (GERTAK) PSN, akan dapat menurunkan angka kejadian DBD yang ada di Kota Solok untuk kedepannya, karena DBD tidak akan bisa berkurang tanpa kesadaran dan peran serta dari masyarakat,” imbau dr. Peppy. (es)

Tags: , , , , , , ,