Pertemuan KIM Mengupas Tuntas Tentang KDRT dan HIV/ AIDS

Pertemuan KIM Mengupas Tuntas Tentang KDRT dan HIV/ AIDS

Solok, (Info Publik Solok) – Dalam rangka menambah wawasan dan pemahaman bagi masyarakat Kecamatan Lubuk Sikarah, Diskominfo mengundang anggota Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang akan membahas mengenai KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) serta PMS (Penyakit menular seksual) dan HIV. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Lurah VI Suku, Rabu (14/8).

Pada pembukaan, Kepala Dinas Kominfo yang diwakili oleh Kepala Bidang PIMKP, Mukhni menyampaikan, ” Melalui KIM ini diharapkan dapat menjadi wahana penggerak partisiapsi aktif masyarakat dalam penyampaian informasi. Kami berharap setiap KIM dapat menjalankan peran strategis sebagai media penyampaian informasi atau kebijakan pemerintah bagi masyarakat,” papar Kabid.

” Pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran atas informasi sebagai suatu sumber pengetahuan, sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengakses informasi melalui pemanfaatan media teknologi komunikasi secara positif, ” tambah Mukhni.

 

Selanjutnya materi pertama dengan menghadirkan Narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), yaitu Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, Deli Harni, beliau memaparkan bahwa penyebab dari tindak kekerasan dalam keluarga itu karena hidup dalam garis kemiskinan mengakibatkan mudah emosional, kemudian pergaulan di lingkungan, frustasi serta kecewa yang berlebihan.

” Cara menindaklanjuti akibat dari kekerasan terhadap anak yaitu dengan memantau perkembangan anak, kemudian bekali dengan agama, imbangi dengan kasih sayang, dengarkan curhatan anak jangan dimarahi jika ada kesalahan tapi berikan solusi. Kita harus selalu memberi bimbingan kepada anak, tidak membandingkan kelebihan maupun kekurangannya. Sebagai orang tua kita harus mengetahui pergaulan anak di lingkungan sekitar rumah, sekolah, dimanapun anak bermain. Prilaku anak juga bisa di akibatkan perkembangan anak dalam kandungan ibunya, ” tambah Kabid.

Jika kita tidak mampu mencegah kekerasan kita bisa laporkan kepihak berwajib seperti Polisi, dinas terkait DPPPA/ Dinas Sosial serta melalui melakukan konsultasi psikologis.

Materi kedua menghadirkan pembicara dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Solok, Kristanto, A.Md yang menyampaikan bagaimana cara mengetahui orang terkena HIV secara fisik tidak bisa dilihat kecuali orang yang sudah paham karena selalu berbaur dengan mereka, melalui test fisik maupun konsultasi  dengan sukarela dan sifatnya rahasia.

” Penyakit  ini bisa menular melalui berhubungan tanpa menggunakan alat kontrasepsi (kondom) dan kemudian juga bisa melalui jarum suntik, tranfusi darah, dan alat tusuk yang dipakai bersama, ” jelas Kris.

Berdasarkan data yang dimiliki KPAI Kota Solok, tahun 2017 ada 36 warga kota terkena HIV/ AIDS, kemudian data tahun 2018 itu ada 40 kasus HIV/ AIDS yang terdapat di Kota Solok. Bagi ODHA sebagai masyarakat kita harus selalu memberikan dukungan, jangan dikucilkan sehingga melalui pengobatan, terapi yang dijalani suatu saat mereka harus yakin dan semangat bahwa penyakit tersebut bisa di sembuhkan. KPAI beserta OPD terkait melalui beberapa programnya terus berusaha untuk menekan angka penyebaran penderita HIV/ AIDS. (eg)

 

Tags: , , , , ,

%d blogger menyukai ini: