Pesantren Kilat bagi CPNS dan PPPK di Lingkungan Pemko Solok Formasi Tahun 2021

Pesantren Kilat bagi CPNS dan PPPK di Lingkungan Pemko Solok Formasi Tahun 2021

Solok, (InfoPublikSolok) – Pemerintah Kota Solok tidak saja melakukan pembekalan dan wawancara ketaatan beribadah bagi CPNS dan PPPK di lingkungan Pemerintah Kota Solok formasi tahun 2021, mereka juga diberikan pesantren kilat yang bertempat di Mushalla Balai Kota Solok, Senin (25/4).

Hadir dalam pembukaan pesantren Kepala BPKSDM, Bitel, dan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Nurzal Gustim, serta narasumber yaitu Ustadz Oma Fahmi, S.Ag.

Wako dalam arahannya menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan kegiatan yang menurut beliau sangatlah penting bagi peserta dalam mengawali pengabdian di Kota Solok Kota Beras Serambi Madinah. Ia kembali mengingatkan kepada peserta bahwa Kota Solok memiliki 3 kata kunci yakni Berkah, Maju dan Sejahtera.

“Berkah itu syaratnya penduduknya beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, laksanakan perintah Allah dan Jauhi laranganNya, Oleh karenanya kita harus serius dan tidak main-main,” ungkap Wako.

Kata kunci kedua ialah “Maju” yang diwujudkan dengan program pembangunan, serta peningkatan wajah kota, Maju Kotanya jelas juga maju masyarakatnya.

“Sejahtera kata kunci yang ketiga, jadi kalau penduduk suatu Kota sudah beriman dan bertaqwa maka penduduknya akan sejahtera, ingin menjadikan Kota Solok sejahtera dapat kita lakukan dengan program revitalisasi pasar, pengembangan ekonomi berbasis syariah,” sampai Zul Elfian Umar.

Sebelumnya Kepala BKPSDM Bitel melaporkan hasil pelaksanaan wawancara ketaatan beribadah bagi 80 peserta yang terdiri dari 35 orang CPNS dan 45 orang PPPK bahwa dari kriteria-kriteria, Kemampuan baca tulis Al-Qur’an yakni 28,57 persen Lancar membaca namun belum memahami kaedah tajwid, 63,09 persen lancar serta 8,33 persen memahami kaedah tajwid.

Untuk pelaksanaan ibadah dan pengetahuan agama dari hasil pelaksanaa wawancara sebagian besar peserta laki-laki belum melaksanakan sholat berjama’ah di mesjid. Sedangkan untuk pengetahuan agama sebagian besar peserta mengungkapkan mendapat pendidikan agama dari sekolah formal dan MDA, namun masih sedikit yang mendapatkan pendidikan prioritas agama dirumah tangga. (dd)

Tags: , , ,