Petani Kota Solok Kewalahan Hadapi Hama Burung

Petani Kota Solok Kewalahan Hadapi Hama Burung

cara tradisional mengusir burung

SOLOK- Petani padi di beberapa kawasan di Kota Solok mulai kewalahan mengusir hama burung yang memakan padinya karena jumlah hama itu cukup banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hama burung yang datang secara bergerombolan itu tidak lagi takut dengan umbul-umbul yang dipasang di areal sawah.

Beberapa orang petani padi sawah yang dijumpai di hamparan sawah kelompoktani Padang Lindang kelurahan VI Suku, (belakang Kodim Solok) mengakui kedatangan hama burung pada musim tanam Oktober- Januari sangat merisaukan sekali karena tidak biasanya keganasan hama burung pada musim tanam sekarang.

Untuk pengendalian hama burung, beberapa langkah sudah dilakukan, diantaranya memasang umbul-umbul di tengah sawah, kemudian memasang jaring dengan benang dan juga menggunakan bunyi-bunyian yang bergerak saat ditiup angin, ujar Zul Hendra pengurus kelompoktani Padang Lindang di lokasi hamparan sawah kelompok Rabu(13/1).

Kendati beberapa langkah untuk mengusir sudah dilaksanakan, namun hama burung sangat bandel sekali, buktinya saat dilempar dengan kerikil tempat burung itu bertengger di malai padi tidak juga terbang dan terpaksa dihampiri baru berhamburan ke tanaman padi lainnya, jelas Zul Hendra dan Nurmi.

Tidak hanya Zul Hendra dan Nurmi yang kewalahan mengusir hama burung namun juga dialami Syamsi petani dihamparan sawah Solok, petani itu mengaku kewalahan mengendalikan hama burung. Pada musim tanam Oktober-Januari dimana tanaman padi saat ini sudah menguning, namun harus saban hari berada di sawah.

Biasanya lanjut petani itu, mengusir hama burung cukup pagi dan sore saja karena pada waktu itu burung sering berdatangan, tapi sekarang tidak lagi demikian, harus setiap hari berada di sawah bahkan supaya lebih aman terpaksa bergiliran menunggui sawah dengan anak dan istri. Jika lalai maka jelas penurunan hasil akan terjadi.

Setidaknya pada musim tanam sekarang petani harus kerja keras untuk mendapatkan hasil, selain hama burung yang mengganas juga hama tikus, khusus hama tikus masih dalam ambang wajar karena belum mewabah sebab rata-rata petani melaksanakan tanam serentak, kemudian juga melaksanakan teknologi jajar legowo sebagai upaya menekan serangan hama tikus.(Alfian)

Tags: