Pelatihan Pembuatan Sabun dan Lulur Serai Bagi Petani Serai Wangi

Pelatihan Pembuatan Sabun dan Lulur Serai Bagi Petani Serai Wangi

Solok (infopubliksolok) – Usaha meningkatkan aktivitas hasil turunan serai wangi harus didasari oleh adanya usaha bagi masyarakat, kelompok dan pelaku usaha agribisnis, dimana mereka harus dibimbing agar ikut aktif merubah usaha dengan cara yang lebih baik. Stakeholder harus diberi ilmu dan teknologi yang sesuai dengan perkembangannya (up to date). Para pelaku utama dan pelaku usaha ini diharuskan mengubah pola pikir dan tindakan dari atas dasar kebiasaan ke arah “cinta perubahan”.

Atas dasar itu, Dinas Pertanian Kota Solok menyelenggarakan pelatihan pembuatan sabun dan lulur serai di Aula Dinas Pertanian Kota Solok, Rabu (04/09/2019) dengan narasumber praktisi serai wangi Kota Solok, Djanuardi. Turut hadir Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan Agribisnis, Eka Yulmalida dan Kepala Seksi Agribisnis, Amril.

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya petani serai wangi agar terampil membuat sabun dan lulur dari serai wangi.

Dalam pembukaan, Eka Yulmalida menyampaikan agar peserta sebanyak 15 orang serius mengikuti pelatihan sampai selesai sehingga meteri dapat dipahami dan dapat dipraktekkan untuk usaha menambah pendapatan, tuturnya

Dalam materinya, Djanuardi menyampaikan praktek pembuatan sabun beserta langkah-langkah pembuatannya. Bahan-bahan sabun serai wangi adalah coconut oil 250 gram, palm oil 100 gram, NaOH 50 gram dan Aquadest 100 ml. Untuk mendapatkan fungsi lebih bisa ditambahkan zat aktif 0,2-5%, fragrance secukupnya, pewarna secukupnya dan methyl paraben 0,2 gram,tuturnya.

“Siapkan aquadest dalam wadah kaca, porselen atau stenlis, masukkan sedikit demi sedikit NaOH ke dalam aquadest sambil diaduk perlahan menggunakan pengaduk kaca, kayu atau stenlis. Diamkan hingga suhu mencapai 45-55 derajat celcius, panaskan minyak kelapa dan minyak palm dalam bejana stenlis dan matikan api jika suhu mencapai 45-55 derajat celcius, ” terang Djanuardi yang juga pengurus KTNA Kota Solok memulai tahapan pembuatan sabun.

Lebih lanjut, Djanuardi menerangkan cara pembuatan sabun, cara pembuatan lulur dan aroma terapi. “Aroma terapi pada umumnya digunakan dengan dihirup (inhalasi) yang sifatnya volatil dari minyak atsiri,” terangnya.

Peserta mengikuti pelatihan dengan semangat dan sambil praktek berlangsung juga diselingi dengan diskusi.(fa).

Tags: , , ,