Petani Simpang Rumbio Dilatih Meningkatkan Produktivitas dan Efisiensi Budidaya Padi

Petani Simpang Rumbio Dilatih Meningkatkan Produktivitas dan Efisiensi Budidaya Padi

Solok, (InfoPublikSolok) – Kota Solok sebagai sebuah Kota tidak mungkin lagi untuk melakukan perluasan lahan sawah atau ekstensifikasi lahan. Untuk itu perlu dilakukan langkah lain agar produksi padi Kota Solok meningkat sekaligus meningkatkan penghasilan petani yaitu dengan peningkatan prodtivitas atau intensifikasi lahan.

Beberapa komponen yang diusahakan untuk meningkatkan produktivitas yaitu varietas unggul baru spesifik lokasi, benih berlabel, peninggian pematang, persemaian bersama, sistem tanam jajar legowo, pemupukan hara spesifik lokasi, pengairan tanaman yang tepat, pengelolaan hama terpadu dan perontokan gabah sesegera mungkin. Dari beberapa komponen cara peningkatan produktivitas di atas yang sangat berpengaruh adalah pemupukan hara spesifik lokasi yang bisa meningkatkan hasil padi rata-rata 25% dan sistem tanam jajar legowo yang dapat meningkatkan hasil padi rata-rata 20%.

Demikian dikatakan Atman Roja, narasumber Kursus Tani di Kelompok Tani Guguak Lanciang Makmur Kelurahan Simpang Rumbio Kota Solok, bertempat di Gedung Pertemuan kelompok tersebut, Senin (14/10/2019).

Peserta kursus tani adalah anggota Kelompok Tani Guguak Lanciang Makmur yang berjumlah 25 orang, turut hadir Kepala Bidang Penyuluhan, Zeldi Efiza, Kepala Seksi Penerapan Teknologi, Fathoni Abdillah, Koodinator BPP Kec. Lubuk Sikarah, Rahmad Yendi dan Penyuluh Pertanian Simpang Rumbio dan KTK, Sari Agus Pendi.

Pada pembukaan, Zeldi Efiza yang mewakili Kepala Dinas Pertanian menyampaikan bahwa Kelompok Tani Guguak Lanciang Makmur sangat beruntung karena mendapatkan kursus tani yang diikuti oleh anggota kelompok sehingga semua anggota memperoleh ilmu yang diberikan nara sumber. Berbeda pada pelatihan yang umumnya diikuti oleh perwakilan kelompok saja.

“Untuk itu ikuti kursus ini dengan baik, manfaatkan nara sumber selagi beliau ada di depan bapak-ibu semua. Nara sumber dihadirkan khusus untuk bapak-ibu sekalian,” tutur Zeldi Efiza.

Narasumber dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat, Atman Roja menyatakan bahwa Teknologi Jajar Legowo 2:1 dapat meningkatkan hasil sampai 33,3% yang berarti jika petani bertanam padi 1 hektar sama dengan menanam padi 1,33 hektar atau jika petani biasanya memperoleh hasil panen 1 ton maka dengan jajar legowo 2:1 petani memperoleh padi 1,33 ton.

“Pada intinya teknologi jajar legowo menerapkan bahwa rumpun yang mempunyai hasil yang banyak adalah rumpun yang terletak di pinggir baris. Jajar legoowo 2:1 menerapkan bahwa rumpun padi keseluruhan berada di pinggir dengan mengurangi satu baris namun merapatkan jarak bagian dalam pada 2 baris berikutnya,” tuturnya.

“Ada juga jajar legowo yang dapat meningkatkan hasil padi hingga 40% yaitu jajar legowo super. Jajar legowo super adalah Teknologi Jajar Legowo 2:1 dengan sistem terpadu yaitu dengan penambahan pupuk hayati dan dekomposer pada saat pembajakan lahan dengan tujuan melapukan jerami yang tidak dibakar karena jerami merupakan sumber nutrisi K. Pada setiap jerami dari panen padi 1 hektar sama dengan pupuk KCl sebanyak 150 kg atau uang senilai Rp. 1.198.000,-,” tambahnya di hadapan anggota kelompok yang diketuai Kusri Dt. Pono Mudo.

Atman Roja yang juga Peneliti Utama ini juga menjelaskan usaha efeiensi usaha padi dengan menggunakan teknologi tepat guna seperti pemakaian alat penyiangan sederhana dari kayu sisa dan penggunaan mesin untuk mengurangi biaya tenaga kerja. Setelah dilakukan pemaparan oleh narasumber maka dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipandu oleh penyuluh pertanian setempat.(fa)

Tags: , , , , , ,