Petani Sinapa Piliang Dilatih Pengendalian Hama dan Penyakit Padi

Petani Sinapa Piliang Dilatih Pengendalian Hama dan Penyakit Padi

Solok, (InfoPublikSolok) – Pengendalian hama, penyakit dan gulma merupakan salah satu komponen penting dalam penentuan produktivitas padi selain kecukupan air, benih bermutu, pemupukan dan teknologi lainnya. Tanaman yang terkena hama, penyakit dan gulma akan terganggu pertumbuhannya dan mengakibatkan produksi padi turun.

Hal ini disadari oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikutura dan Perkebunan dengan menyelenggarakan Pelatihan Pemgendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), Rabu (9/9), di Pondok Pertemuan Poktan Panca Usaha Kelurahan Sinapa Piliang Kota Solok.

Kegiatan ini dibiayai oleh APBD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2020 untuk 18 kelompok tani se Sumatera Barat. Pada kegiatan ini, Kota Solok mendapatkan alokasi dua kelompok yaitu Poktan Panca Usaha Kelurahan Sinapa Piliang Kecamatan Lubuk Sikarah dan Poktan Harapan Jaya Kelurahan Nan Balimo Kelurahan Tanjung Harapan.

Nara sumber pelatihan adalah Jamal Manaf dan Zainal Bahri dari UPTD BPTPH Provinsi Sumatera Barat. Hadir dalam kesempatan ini Kasi Ketenagaan Dinas Pertanian Kota Solok, Fathoni Abdillah dan Koordinator BPP Lubuk Sikarah, Rahmad Yendi. Peserta yang berjumlah 20 orang antusias menerima materi pelatihan dan melakukan diskusi setelah penyampaian materi dari nara sumber selesai.

Zainal Bahri dalam materinya menyampaikan perbedaan antara hama dan penyakit. “Hama adalah organisme pengganggu yang dapat dilihat dengan mata telanjang dan akibatnya pada tumbuhan juga dapat dilihat pengaruhnya. Sedangkan penyakit adalah organisme pengganggu tanaman yang tidak dapat dilihat dilihat dengan mata tapi akibatnya dapat dilihat dan diamati” ujar pegawai yang bertugas sehari-hari di Laboratorium Pengendali Hama dan Penyakit ini.

Sementara itu Jamal yang merupakan pegawai senior di Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat ini menerangkan cara pengendalian hama seperti tikus dan penyakit yang diakibatkan oleh virus, bakteri dan jamur.

Lebih lanjut nara sumber yang tinggal di Limau Manis, Padang ini juga menyampaikan cara pemupukan yang benar. “Ada lima tepat untuk melakukan pemupukan, yaitu tepat cara, tepat dosis, tepat waktu, tepat lokasi dan tepat jenis” tutur nara sumber.

Pada hari yang sama juga dilakukan pelatihan serupa di Poktan Harapan Jaya yang dihadiri oleh Kepala Bidang Penyuluhan, Zeldi Efiza, Koordinator BPP Tanjung Harapan, Siska Nofita dan Penyuluh Wilayah Nan Balimo, Nike Irawati. Nara sumber di Poktan Harapan Jaya adalah Mustafa dan Aditya Murfi yang berlokasi di Pondok Pertemuan Poktan setempat (fa).

Tags: , , , , , , , , , ,