Prioritas Pendampingan Kesehatan Untuk Ibu Hamil

Prioritas Pendampingan Kesehatan Untuk Ibu Hamil

Solok, (InfoPublikSolok) – Ibu dan anak merupakan anggota keluarga yang perlu mendapatkan prioritas dalam penyelenggaraan upaya kesehatan. Hal ini disampaikan Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Solok, Ns. Aprinur Azwira pada pertemuan pendampingan ibu hamil di aula Dinas Kesehatan, Jum’at (18/6/21).

“Ibu dan anak merupakan kelompok rentan terhadap keadaan keluarga dan sekitarnya, sehingga penilaian terhadap status kesehatan dan kinerja upaya kesehatan ibu dan anak penting untuk dilakukan, keberhasilan upaya kesehatan ibu dapat dilihat dari indikator Angka Kematian Ibu (AKI),” jelas Aprinur Azwira.

Berbagai upaya dapat dilakukan dalam rangka percepatan penurunan AKI dan Angka Kematian Bayi (AKB). Dalam rangka penurunan AKI, digunakan pendekatan yang merupakan strategi untuk mempercepat penurunan AKI.

Strategi Making Pregnancy Safer (MPS) perlu diterapkan untuk mempercepat penurunan AKI seperti; setiap persalinan dilakukan oleh tenaga kesehatan, setiap komplikasi obstetri dan neonatal mendapat pelayanan yang adekuat, selanjutnya setiap wanita usia subur mempunyai akses pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan dan penanganan komplikasi keguguran.

Kunci sukses MPS dalam penurunan angka kematian ibu dengan mendorong perbaikan kualitas serta akses pelayanan kesehatan ibu, bayi dan Balita di tingkat dasar dan rujukan, seterusnya membangun kemitraan yang efektif, mendorong pemberdayaan perempuan, keluarga dan masyarakat, serta meningkatkan sistem surveilans, pembiayaan, monitoring dan informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

“Maka dari itu melalui kegiatan pendampingan ibu hamil ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan penyuluhan kepada ibu hamil, kepada keluarga serta orang-orang yang berpengaruh terhadap ibu hamil tersebut,” lanjut Aprinur.

“Ibu hamil perlu mendapatkan pelayanan persalinan oleh tenaga Kesehatan, serta ibu hamil mendapatkan haknya untuk menerima pelayanan selama hamil dan nifas sesuai dengan standar kualitas dan kwantitas,” tutupnya.

Kegiatan pertemuan ini dihadiri oleh 58 orang peserta yang terlibat dalam pendampingan kesehatan ibu hamil. Peserta terdiri dari Kader Dasawisma, Kader Posyandu serta pengelola Pustu dan Poskeskel serta staf Dinas Kesehatan pada Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat. (es)

Tags: , , , , , , , , , , ,