Program Binwin Mewujudkan Keluarga Bahagia dan Generasi Terbina

Program Binwin Mewujudkan Keluarga Bahagia dan Generasi Terbina

Solok, (InfoPublikSolok)  – Menikah adalah babak baru dalam kehidupan, tidak ada kehidupan berumah tangga yang mulus dari awal sampai akhir tanpa terjadinya konflik. Perbedaan pendapat dan masalah pasti akan ditemui selama berumah tangga.

Untuk mewujudkan keluarga bermutu yang sakinah, mawaddah warahmah serta mengurangi angka perselisihan, perceraian, dan kekerasan dalam rumah tangga, perlu bagi setiap calon pasangan pengantin untuk terlebih dahulu mempersiapkan pernikahan dengan meluruskan niat, mempersiapkan ilmu, dan juga mempersiapkan fisik.

Sebagai bentuk hadirnya negara dalam hal ini, Kementerian Agama telah memfasilitasi pembinaan untuk calon pengantin melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan (Binwin) pra nikah yang dijadwalkan sebelum calon pengantin (Catin) melaksanakan akad pernikahan.

“Pembekalan Catin ini sebagai wujud hadirnya negara dalam hal ini melalui Kementerian Agama memberi pembekalan calon pengantin dalam membina rumah tangga yang bahagia,” kata H. Andrinoviyan Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Solok selaku narsumber dalam kegiatan Sosialisasi Pendampingan Ibu Hamil dalam rangka penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKB) yang digelar Dinas Kesehatan Kota Solok di Hotel Taufina selama dua hari (4 & 5 Oktober 2021).

“Mereka akan diberi bimbingan tentang tata cara hidup berumah tangga dan berhubungan suami istri sesuai ajaran islam,” lanjutnya.

Adanya lembaga yang membidangi untuk melakukan bimbingan terhadap calon pengantin yaitu Kantor Urusan Agama bersama Lembaga yang mendapat Akreditasi dari Kementerian Agama yaitu Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4).

Dalam program Binwin, materi yang nantinya akan disampaikan kepada para Catin berupa materi kebijakan Kemenag mengenai pelaksanaan Binwin, mempersiapkan pernikahan yang kokoh dalam rangka menciptakan keluarga yang sakinah, mempersiapkan generasi yang sehat dan berkualitas, mengatasi berbagai macam konflik keluarga serta materi reproduksi.

Selain itu, Binwin dilakukan untuk mengedukasi dan bisa menekan angka perceraian. Dengan berjalannya program ini, diharapkan dapat mewujudkan keluarga yang baik ke depannya dan akan melahirkan generasi yang terdidik dan terbina.

Dalam pembukaan kegiatan sosialisasi itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Solok dr. Pepy Ledi Soffiany, MKM mengatakan akan dilakukan MoU antara Dinas Kesehatan dengan Kementerian Agama dalam Pembinaan Catin sebagai modal awal bagi pasangan Catin untuk mendapatkan keturunan yang sehat lahir dan bathin.

Disampaikan juga, untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Balita (AKB) juga untuk mencegah stunting sedini mungkin dengan melakukan deteksi dini ibu hamil pada saat hamil, bersalin, nifas dan juga deteksi dini bagi bayi.

Salah satu strategi Kementerian Kesehatan adalah melalui pemberdayaan masyarakat yang memerlukan koordinasi dan kolaborasi program untuk meningkatkan peran serta masyarakat pada upaya kesehatan. Pendampingan ibu hamil meningkatkan skor pengetahuan ibu tentang tanda bahaya kehamilan, nifas dan bayi baru lahir.

Kegiatan pendampingan ini pelaksanaannya dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat yaitu kelompok Dasawisma yang juga merupakan binaan PKK Kecamatan dan Kelurahan, dan yang melakukan pendampingan adalah Kader Pendamping Ibu Hamil.

“Untuk Kota Solok, Kelurahan percontohan pembinaan ibu hamil yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan yang telah melatih Kader pendampingnya terletak di Kelurahan Pasar Pandan Air Mati (PPA),” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, Dinas kesehatan mengundang Camat, Lurah, Ketua TP-PKK Kecamatan dan Kelurahan serta LPMK masing-masing Kelurahan di Kota Solok. (Shan)

Tags: , , ,