Program Kesenian SMA Negeri 3 Kembali Bergeliat

Program Kesenian SMA Negeri 3 Kembali Bergeliat

Solok, (InfoPublikSolok) – Sekian lama vakum, Program Kesenian SMA Negeri 3 Solok kembali berhasil menampilkan satu paket Tari Pasambahan pada acara Wisuda ke XX Akper YPTK Solok yang bertempat di Gedung Kubuang 13 Kota Solok, Kamis (31/1/2019).

Dalam perjalanannya, sebelum pengelolaan pendidikan SMA beralih status dari Pemerintah Daerah Kota Solok ke Provinsi Sumatera Barat pada awal tahun 2017, SMA Negeri 3 Solok telah ditetapkan sebagai sekolah berbasis seni, sesuai dengan surat keputusan Walikota Solok Nomor: 188.4513.y.KPTS/WSL/2009 pada tahun 2009 tentang penunjukan sekolah yang berbasis kesenian Kota.

Dahulunya, Pasca penetapan sebagai sekolah berbasis kesenian, Program Kesenian SMAN 3 selalu eksis menjadi pengisi acara dalam mengikuti beragam kegiatan pentas seni tradisi serta aktif mengikuti beragam perlombaan kesenian tradisional minangkabau di dalam dan luar daerah.

Bahkan pada tahun 2016, para pelajar berbakat dari SMAN 3 pernah mewakili provinsi Sumatera Barat dalam ajang pemilihan media tradisonal tingkat nasional. Dan istimewanya lagi, mereka berhasil menjadi juara pertama tingkat nasional dalam ajang tahunan yang dihelat Kementerian Kominfo RI dalam rangka lomba penyampaian informasi kepada masyarakat melalui kesenian daerah. Saat itu, Tim Kesenian SMAN 3 menampilkan pertunjukan Randai dan berhasil memukau penonton yang hadir di Kota Bandung, Jawa Barat. Sebuah capaian yang luar biasa.

Namun belakangan sejak alih status SMA dibawah Pemerintah Provinsi, program ekstrakurikuler kesenian ini sempat mengalami kevakuman beberapa waktu sebab adanya mutasi pembina yang terjadi di SMAN 3.

Kepala SMAN 3 Kota Solok, Eli Irmanita, S.Pd, selaku penasehat program kesenian menekankan bahwa walaupun saat ini SMAN 3 statusnya adalah milik provinsi, bagaimanapun juga tim kesenian harus tetap eksis dalam berbagai event yang ada di kota Solok khususnya dan provinsi umumnya, disamping itu Eli menambahkan, salah satu upaya dalam membentuk karakter siswa di sekolah adalah dengan mengenalkan para siswa tumbuh dengan budaya kesenian tradisional minangkabau yang sejalan dengan nilai-nilai agama.

“Jiwa seni juga hendaknya harus tertanam pada semua siswa-siswi SMAN 3 Solok sebagai penyeimbang antara otak kiri dan otak kanan,” terangnya.

Lebih lanjut, Eli menyebutkan, mulai awal tahun 2019 ini, program kesenian SMAN 3 Kota Solok secara rutin mengadakan latihan terjadwal di sekolah dibawah bimbingan guru pembina Rafni Afrizon, S.Sn dan Lola Prima Diana, S.Sn berserta tim teknis Doni Putra, SE. (dp)

Tags: , ,