13 Orang Gepeng Terjaring Razia Diantarkan ke Dinas Sosial

13 Orang Gepeng Terjaring Razia Diantarkan ke Dinas Sosial

Solok, (InfoPublikSolok) – Tiga belas orang gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang kembali terjaring razia penyakit masyarakat (Pekat) di kawasan Pasar Raya Solok diantar oleh Satpol PP ke Dinas Sosial Kota Solok, Selasa, (2/7/2019).

“Terimakasih pada Satpol PP yang giat dalam memberantas penyakit masyarakat terutama Gepeng, saya berharap ada perhatian dari kita semua, bahwa para Gepeng yang ditangkap ini orang-orangnya pelaku yang sama,” kata Rahmad Budi Setiawan, S.Sos selaku Kasi Rehabilitasi Tuna Sosial.

Setelah didata, Budi mengungkapkan para Gepeng tersebut tidak ada satupun warga Kota Solok, mereka berasal dari Kabupaten Solok, Sawahlunto dan satu keluarga tuna wisma yang berasal dari Kabupaten Tanah Datar.

“Razia yang dilakukan Satpol PP tidak membuat mereka jera. Malah jumlahnya bertambah. Sepertinya razia dan pembinaan ini seperti permainan saja bagi mereka” tambah Budi.

“Dinas Sosial sudah memberikan pembinaan, membuat perjanjian untuk tidak mengemis dan bergelandangan di tengah Kota yang kita cintai ini dengan surat pernyataan serta mengantarkan mereka ke Dinas Sosial alamat masing-masing untuk diantarkan ke keluarga mereka,” lanjut Budi.

Terkhusus tuna wisma yang berjumlah lima orang yang terdiri dari ayah, ibu dan tiga orang anak, sebelumnya Dinas Sosial Kota Solok telah memberikan bantuan logistik yang terdiri dari makanan, peralatan dapur dan rumah tangga dan dicarikan pekerjaan.

“Bahkan secara bersama-sama pegawai pegawai Dinas Sosial menyisihkan uang untuk membayarkan kontrakan mereka selama satu bulan, Namun semua tidak ada artinya, keluarga tersebut tidak bertahan dikontrakan yang telah dicarikan, baru dua hari sudah datang lagi ke Dinsos untuk minta bantuan lagi,” ungkap Budi

“Harus bagaimanakah kita membina masyarakat pemalas seperti itu? Kami sangat memohon perhatian kepada semua pihak, ini bukan saja masalah yang bisa kami pecahkan sendiri, kepada  pihak terkait lainnya diminta untuk antisipasi penertiban pengemis. Karena jumlahnya akan bertambah banyak yang akan berdampak negatif pada lingkungan Kota Solok,” tutupnya. (ra)

Tags: , , , , ,