‘Restorasi Arsip Terdampak Bencana’, ANRI Sampaikan Pentingnya Preservasi Arsip dalam Diskusi Online

‘Restorasi Arsip Terdampak Bencana’, ANRI Sampaikan Pentingnya Preservasi Arsip dalam Diskusi Online

Solok, (InfoPublikSolok) – Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mengadakan diskusi online perlindungan dan penyelamatan arsip dari dampak bencana untuk kemaslahatan bangsa melalui aplikasi zoom meeting dalam rangka memperingati HUT RI Ke- 75. Diskusi online ini mengambil tema ‘Restorasi Arsip Terdampak Bencana’, yang merupakan acara terakhir diselenggarakan di Studio Mini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok, Rabu (9/9).

Diskusi online ini ditayangkan dalam bertahap dan teknik restorasi arsip terdampak bencana oleh arsiparis pada Subdirektorat Restorasi Arsip ANRI agar restorasi arsip bisa terlaksana dengan sarana dan prasarana yang memadai serta SDM yang handal dan profesional. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring yang dibuka oleh narasumber dari Kepala Subdirektorat Restorasi ANRI, Anak Agung Gede Sumardika, dengan dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok, Wadirman, beserta jajaran.

Dalam sambutannya Agung mengatakan, “Diskusi online ini dilaksanakan untuk mengingat pentingnya perlindungan dan penyelamatan arsip dari dampak bencana, karena jika arsip terawat maka negara akan kuat. Dampak bencana juga akan berpengaruh terhadap arsip instansi maupun arsip keluarga,” ujar Agung.

Arsip merupakan alat bukti keperdataan yang jika musnah dapat merugikan semua pihak. Selain itu arsip dapat melindungi hak keperdataan bagi masyarakat yang meliputi hak sosial, ekonomi dan lainnya, seperti sertifikat tanah, ijazah, surat nikah, akte kelahiran, kartu penduduk, data kependudukan, surat wasiat dan surat izin usaha, berdasarkan UU No. 43 tahun 2009 Tentang Kearsipan.

Lebih lanjut, Anak Agung Gede Sumardika menjelaskan, “Kesiapsiagaan dalam penanggulangan arsip terdampak bencana yaitu penyusunan rencana penanggulangan kedaruratan bencana, pengorganisasian, penyuluhan, pelatihan dan gladi tentang mekanisme tanggap darurat. Penyiapan lokasi evakuasi, penyusunan data akurat, informasi dan pemutakhiran, prosedur tetap tanggap darurat bencana, penyiapan bahan dan barang, serta peralatan untuk pemenuhan pemulihan prasarana dan sarana kearsipan yaitu dengan menata dan memelihara prasarana dan sarana kearsipan penyelenggaraan penyuluhan penanggulangan bencana,” pungkas Agung.

“Tahapan penyelamatan arsip akibat bencana terdiri dari evaluasi arsip yaitu pemindahan arsip ketempat yang kering dan aman, membersihkan arsip dari kotoran atau lumpur, memisahkan atau mengurai lembaran arsip dari kelengkapan, pengeringan dan restorasi arsip (perbaikan arsip yang rusak bila diperlukan).” tambahnya mengakhiri materi. (jij)

Tags: , , , , , , , , ,