Satu Data Indonesia, Diskominfo Gelar Sosialisasi Statistik Sektoral

Satu Data Indonesia, Diskominfo Gelar Sosialisasi Statistik Sektoral

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Solok adakan Sosialisasi Statistik Sektoral, Satu Data Indonesia dan Sistem Informasi Data Terintegrasi di Ruang Rapat Walikota Solok yang dihadiri oleh Instansi Vertikal, Kemenag dan Badan Pusat Statistik (BPS), OPD serta Lurah, Rabu (21/8).

Dalam laporannya Plh Kepala Dinas Kominfo, Lusya Adelina menyampaikan, ” Maksud dan tujuan pelaksanaan Sosialisasi ini untuk meningkatkan pemahaman unsur pejabat teknis yang mengelola Data dan Informasi di lingkungan Pemerintah Kota Solok dalam Implementasi Forum Data/ Focus Group Discusion (FGD) serta dapat dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku sesuai peran masing-masing, ” sampai Lusya.

Walikota Solok yang diwakili oleh Plh Asisten Bidang Pemerintahan, Susweni menjelaskan, ” Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai Wali Data dan Badan Pusat Statistik sebagai Pembina dan penyedia official statistics harus dapat memberikan data yang betul-betul memotret fakta di lapangan secara objektif dan akurat dengan metodologi yang sudah baku.  Hal tersebut  sesuai dengan standard internasional untuk menunjukkan kondisi yang sebenarnya jika tidak maka seharusnya itu menjadi warning untuk segera melakukan perbaikan agar tujuan pembangunan dapat tercapai karena perlu disadari bahwa betapa sulit dan mahalnya mengumpulkan data.” tegas Susweni.

Narasumber yang berasal dari Kemendagri, Jiwa Muhamad Satria Nusantara, memaparkan bahwa, ” Terkait Satu Data Nasional terdapat 3 peran, pertama  BPS sebagai Pembina Data, kemudian Bappeda sebagai Pengelola Data, terakhir  Dinas Kominfo sebagai Wali Data dan keempat  OPD sebagai Produsen Data. Setiap produsen data minimal menghasilkan satu data yang memiliki  kontribusi pada pencapaian indikator kinerja utama OPD, peran Bappeda dan Kominfo tidak bisa dipisahkan,” tutur Jiwa yang merupakan Analis Data dan Informasi Perencanaan Daerah ini.

Demi memberikan kejelasan pemahamana peserta terhadap Data, Kominfo juga menghadirkan  Narasumber yang merupakan Kepala Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik (IPDS) BPS Provinsi Sumatera Barat yang mengupas mengenai fungsi BPS sebagai Pembina Data, kemudian menjamin kualitas data sesuai dengan kaidah-kaidah berlaku.

“Data Agregasi butuh keseragaman, Data pribadi butuh keamanan, apalagi data Negara, karena setiap data itu sangatlah penting dan masalah pada data yaitu banyak data sektoral yang dikuasai oleh individu, diperlukan hubungan personal dalam mengakses data, format data berbagi pakai tidak terbuka,” ungkap Ichsan.

Perbedaan yang terjadi pada statistik Data Sektoral ini adalah  yang penting bisa dijelaskan meta datanya, contoh perbedaan data penduduk Pencatatan Sipil  (de jure) dengan BPS menggunakan de facto untuk kebijakan Nasional. Kemudian terkait data perbedaan luas wilayah adalah satu data untuk kebijakan pembangunan daerah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat antar instansi geospersial yang berbeda. (eg)

Tags: , , , ,