Satukan Persepsi, Perguruan Silek Tuo Adakan Pertemuan di Payo

Satukan Persepsi, Perguruan Silek Tuo Adakan Pertemuan di Payo

Solok, (InfoPublikSolok) – Silek Tuo merupakan seni pencak silat tradisi yang telah ada di Minangkabau semenjak zaman dahulu, dimana masing-masing daerah memiliki ciri khas tersendiri dalam setiap gerakannya.

Kota Solok juga memiliki perguruan-perguruan silek tuo yang terus berkembang, dan dari hari-kehari minat masyarakat khususnya generasi muda terus meningkat untuk mengikuti latihan di perguruan silek yang ada di Kota Solok, hal ini juga dapat dilihat dari peningkatan jumlah perguruan silek yang terdata di Kota Solok sebanyak 22 perguruan.

Sabtu (16/3/2019) malam, bertempat di Sasaran Silek Sejati Payo Kelurahan Tanah Garam, seluruh perguruan silek tuo yang ada di Kota Solok melaksanakan pertemuan yang biasa disebut dengan Arisan Silek Tuo yang bertujuan untuk mempererat silaturrahmi dan menyatukan persepsi untuk kemajuan Silek Tuo yang ada di Kota Solok. Pada kegiatan ini hadir Ketua LKAAM Kota Solok H. M.Rusli KH. Suleman, Ketua KAN Lubuk Sikarah yang juga merupakan Tuo Silek, H. Daswippetra Dt. Mjj. Alam, Kasi Kebudayaan Dinas Pariwisata Kota Solok, Ronaldi, M.Sn, Guru-guru silek tuo berserta murid-murid perguruan silek se-Kota Solok.

Dalam kegiatan ini tuan rumah Perguruan Silek Tuo Sejati yang dipimpin oleh Dt. Rajo Bandaro tidak hanya menampilkan atraksi silek tuo saja, tetapi juga menampilkan kesenian tradisional Kota Solok yang berasal dari payo yaitu Tari Piriang di Ateh Karambia.

Pada kesempatan ini, Ketua LKAAM Kota Solok dalam sambutannya menyampaikan, “Kita selaku masyarakat Kota Solok harus bangga dengan adat budaya serta seni tradisi yang kita miliki. Kewajiban kita bersama untuk terus mengembangkan hal-hal yang serupa ini, tidak hanya Silek Tuo, Panggung Pidato, tetapi kita masih memiliki berbagai seni tradisi lainnya seperti, Tari Piriang di Ateh Karambia, Saluang, Randai dan lain sebagainya,” kata Ketua LKAAM.

H.M. Rusli. KH. Suleman juga berharap agar pemerintah terus memperhatikan keberlangsungan sasaran silek serta kesenian tradisi yang ada di Kota Solok.

H. Daswippetra. Dt. Mjj Alam sebagai Tuo Silek di Kota Solok menyampaikan hal yang senada, “Silek tidak hanya bertujuan untuk menjaga diri tapi juga sebagai parik paga dalam nagari (sistem pertahanan nagari) dapat terus dilestarikan dan berkembang,” ujarnya.

“Semoga kegiatan seperti ini dapat menjadi wadah bagi generasi muda menyalurkan semangat dan energi ke arah yang lebih positif, sehingga tidak ada lagi berbagai tindakan yang tidak patut dilakukan oleh generasi muda kita. Ucapan terimakasih pada guru-guru silek yang tidak hanya memberikan ilmu bela diri tapi juga ilmu bagaimana murid-murid di perguruan berprilaku dan menjaga etika sesuai dengan adat Minangkabau.” ajaknya.

Sementara itu, Ronaldi, M.Sn Selaku Kepala Seksi kebudayaan menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Solok selalu berupaya melestarikan tradisi yang ada di Kota Solok. Sesuai dengan program dari Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan Tahun 2019 akan kembali dilaksanakan kegiatan Silek Art Festival (SAF), dimana Dinas Kebudayaan provinsi akan bersinergi dengan kegiatan kabupaten/kota yang terkait dengan Silek.

“Terkait dengan itu, Kota Solok tentunya menyambut baik kegiatan ini, karena kita telah memiliki perguaruan silek yang cukup banyak dan silaturahmi yang juga cukup baik diantara perguruan yang ada. Dan dengan hal ini kita berharap Silek Tuo Pusako Lamo milik Kota Solok ini akan dapat diajukan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ke UNESCO,” ungkapnya.

Pertemuan ini diakhiri dengan kegiatan mancak (penampilan gerakan-gerakan silat) yang dipimpin langsung oleh Tuo Silek. Kegiatan ini menampilkan kebolehan dari masing-masing perguruan untuk menampulkan jurus-jurus andalannya, tentunya dengan tidak melukai/menyakiti lawan. Sesuai dengan filosofi yang dipegang oleh Tuo-Tuo Silek, Jiko mamancak di galanggang, kalau basilek di muko musuah. (sn)

Tags: , , ,