Sawah Solok Kembangkan Wisata Agro

Sawah Solok Kembangkan Wisata Agro

Solok, (MC Kota Solok) – Kelompok Budi Daya Ikan (Pokdakan) Sawah Solok bersama Kelompok Budi Daya Ikan (Pokdakan) Karambie Pak Tikah, saat ini sedang gencarnya mengembangkan mina padi di kawasan Lukah Pandan kelurahan KTK, Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok, sehingga saat ini kawasan tersebut akan direncanakan sebagai salah satu kawasan untuk wisata Agro.

Persawahan tersebut berpotensi luar biasa untuk dijadikan daerah pariwisata karena berada dekat dengan kantor Balaikota Solok, selain itu kawasan sawah solok sudah di lengkapi dengan hadirnya pondok tempat peristirahatan bagi masyarakat tani maupun pengunjung yang datang ke sawah solok.

Luas persawahan yang di jadikan untuk program mina padi tersebut saat ini baru sekitar 2 hektar dan pengunjung bisa datang dengan berjalan kaki menelusuri bandar dan pematang sawah sekitar  100 meter dari pinggiran jalan lintas Solok – Salayo. Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian awalnya merencanakan pembangunan infratruktur penunjang wisata agro tersebut untuk bersantai sambil menikmati keindahan alam persawahan bagi masyarakat di daerah itu.

Ketua Petani Pengguna Pemakai Air (P3A) Banda Tangah yang juga selaku Ketua DPRD Kota Solok, Yutris Can,SE mengatakan,sawah solok sangat berpotensi untuk di jadikan sebagai kawasan wisata agro salah satunya melalui program mina padi. kawasan ini tidak pernah mengalami krisis dengan pengairan walaupun tiba musim kemarau melanda pengairan tetap lancar. wisata Agro merupakan bagian dari objek wisata yang memanfaatkan usaha pertanian (agro) sebagai objek wisata. tujuannya adalah untuk memperluas pengetahuan, pengalaman rekreasi dan hubungan usaha di bidang pertanian. melalui pengembangan wisata agro yang menonjolkan budaya lokal dalam memanfaatkan lahan, kita bisa meningkatkan pendapatan petani sambil melestarikan sumber daya lahan, serta memelihara budaya maupun teknologi lokal  yang umumnya telah sesuai dengan kondisi lingkungan alaminya.

biasanya masyarakat yang menghabiskan waktu kesehariannya di wilayah perkotaan akan sangat merindukan suasana persawahan yang tenang dan asri.Yutris Can,SE menambahkan, konsep wisata agro sawah solok memang sangat jauh karena belum ditata dan masih dalam tahap pengembangan namun pengunjung setiap hari terus bertambah yang datang ke sawah solok guna menikmati alam persawahan dan program mina padi. Kami akan terus berupaya mengembangkan daerah potensial di sawah solok tersebut termasuk pengembangan budaya dan sumber daya manusia sebagai penunjang pariwisata alamnya,” ujarnya.

Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Rahmad Yendi,SP menjelaskan, Penerapan mina padi dengan mengurangi lahan sekitar 20 persen untuk pemeliharaan ikan tidak mengurangi produktivitas padi. Justru padi akan terhindar dari serangan-serangga atau hama. Bahkan pupuk dari ikan akan menyebabkan pertumbuhan rumpun semakin banyak dan bulir padinya bagus.

Untuk menerapkan pola mina padi, maka jenis ikan yang paling banyak dipelihara dalam hal ini adalah ikan mas dan ikan nila. Ikan ini kita tebarkan ke lahan persawahan setelah 4 hari penanaman padi. Untuk pemeliharaan yang bagus maka kita menebarkan ikan dengan ukuran yang sama. Jika ikan yang kita tebarkan berukuran antara 2 – 3 cm, maka penebarannya adalah sebanyak 2 – 3 ekor tiap meter persegi luas lahan, Tetapi untuk ikan ukuran 3 – 5 cm, penebarannya sebanyak 1 – 2 ekor tiap meter perseginya.

Sementara untuk menjaga keberadaan dan pertumbuhan ikan, maka kita menambahkan makanan tambahan dari dedak, yaitu gilingan lembut kulit padi sejumlah 2 sampai 4 kg setiap hari untuk setiap hectare lahan mina padi. Jika semua langkah telah kita lakukan, maka dalam waktu 30 sampai 40 hari kemudian ikan kita yang sudah kita tebarkan, yang berukuran 2 sampai 3 cm sudah mencapai ukuran 3 – 5 cm, sementara yang berukuran 3 – 5 sudah mencapai ukuran sebesar 5 – 8 cm. (Wy).

Tags: , ,