Selama Pandemi, Kominfo Intervensi Program Akses Internet di Wilayah Blankspot

Selama Pandemi, Kominfo Intervensi Program Akses Internet di Wilayah Blankspot

Jakarta, (InfoPublikSolok) – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan selama pandemi Kementerian Kominfo melakukan intervensi program untuk menyediakan pelayanan akses internet di wilayah blankspot dan tidak terjangkau internet. 

Menurut Menteri Johnny, saat ini Kementerian Kominfo sudah menambah dua jenis pembangunan infrastruktur yakni dengan membangun backbone seperti kabel serat optik, middle mile, microwafe link atau radio link maupun menambah kapasitas satelit. 

“Namun, itu saja tidak cukup. Karena kalau BTS (Base Transceiver Station) itu menjangkau seluruh wilayah, untuk wilayah-wilayah yang pelayanan pemerintahan yang belum tersedia BTS-nya, belum ada sinyalnya itu dilakukan intervensi program,” ujarnya dalam Program Indonesia Town Hall Metro TV, Jakarta, Jum’at (30/10/2020) malam.

Menteri Kominfo menjelaskan intervensi program diambil dengan cara menyiapkan akses internet yang dihubungkan langsung ke satelit.  “Sampai saat ini ada 7.700 lebih titik-titik pelayanan publik yang Kominfo lakukan intervensi dengan menyediakan langsung di sana. Itu tidak melalui BTS, itu langsung ke satelit,” jelasnya.

Sebagai contoh, Menteri Johnny mengatakan dalam kuartal ke IV tahun 2020, dari 13 ribu layanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit masih terdapat lebih dari tiga ribu lainnya yang belum ada fasilitas WIFI. Oleh karena itu, Kementerian Kominfo akan membangun 2.900 di kuartal ke IV dan sisanya pada tahun 2021. 

“Dengan demikian tahun 2021 di kuartal kedua seluruh puskesmas di Indonesia akan terlayani oleh 4G, ini masih infrastrukturnya belum aspek-aspek lainnya dalam rangka transformasi digital,” ujarnya 

Akselerasi Transformasi Digital

Sebelumnya, Menteri Kominfo mengatakan ada sisi lain dari pandemi Covid-19, yakni mendorong akselerasi tranformasi digital. Untuk itu, tentu ada beberapa isu strategis yang harus dilakukan guna mewujudkan Indonesia Maju.

“Yang pertama pasti harus menyelesaikan pembangunan infrastruktur TIK Indonesia. Potret kita saat ini di Indonesia baik oleh operator seluler maupun BLU BAKTI Kominfo, kita telah membangun jaringan backbone di Indonesia berupa fiber optik itu 348.000 lebih KM di darat dan di laut, kalau kita tarik ujungnya untuk mengitari bumi hampir 9 kali keliling dunia,” ujarnya.

Selain membangun jaringan backbone, pemerintah dalam hal ini Kementerian Kominfo dan operator seluler juga sudah membangun lebih dari setengah juta BTS yang tersebar di seluruh wilayah Tanah Air. Pembangunan lainnya adalah memanfaatkan 9 satelit yang kapasitasnya setara dengan 50 GB. 

Adapun 9 satelit tersebut masing-masing berasal dari 5 satelit nasional dan 4 satelit asing yang berada di orbit. Menurut Menteri Kominfo, beberapa pembangunan infrastruktur TIK tersebut pun ternyata belum cukup ketika menyoal akselerasi transformasi digital.

“Masih perlu dilakukan pembangunan infrastruktur yang begitu besarnya, karena dari sisi hulu memang sudah dibangun begitu besar, begitu banyak infrastruktur kita yang masif, tetapi cakupan sinyalnya belum menjangkau wilayah pemukiman dan belum menjangkau wilayah pelayanan pemerintahan,” paparnya.

Berdasarkan hasil pemantauan Kementerian Kominfo, saat ini masih terdapat 12.548 desa dan kelurahan yang harus disediakan sinyal 4G dan sudah ada dalam roadmap Kominfo. Sehingga selama masa pandemi Covid-19 dilakukan intervensi program sebagai upaya menuntaskan akses internet di wilayah blankspot.

Selain Menteri Kominfo Johnny G. Plate, turut hadir di studio Metro TV Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro. Sedangkan hadir secara virtual Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, dan Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi.

Tags: , , , , ,