Sidang Tera Perdana UPTD Metrologi Kota Solok

Sidang Tera Perdana UPTD Metrologi Kota Solok

Solok, (InfoPublikSolok) – Setelah mendapatkan Surat Keterangan Kemampuan pelayanan Tera tera Ulang (SKKPTTU­­) dari Direktorat Metrologi Bandung, UPTD Metrologi Legal Kota Solok melaksanakan Sidang Tera Tera Ulang yang dilaksanakan di Parkiran Pasar Modern Kota Solok selama 5 (lima) hari dari tanggal 16 s/d 20 April 2018.

Kepala UPTD Metrologi Kota Solok Edy Purwanto mengatakan sidang tera ini dilakukan untuk menera ulang alat UTTP yang dimiliki oleh pedagang yang ada Lingkup Kota Solok, baik di Pasar maupun yang tersebar di kelurahan-kelurahan, tujuan nya agar ukuran alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapanya (UTTP) yang beredar di masyarakat tepat dan sesuai dengan takaran-nya sehingga Konsumen dan Pedagang tidak dirugikan.

Sidang tera merupakan agenda tahunan, tahun ini untuk pertama kalinya dilaksanakannya sidang tera tanpa di fasilitasi oleh UPTD Metrologi Padang.  Sepenuhnya memakai SDM dari UPTD dan hanya tenaga reparatir yang mendatangkan tenaga dari luar lingkup kedinasan.

Dari liputam MC Kota Solok selama 2 (dua) hari pelaksanaan sidang tera ini, antusias dari pelaku usaha untuk tera ulang UTTP-nya terlihat masih kurang. Ini adalah PR bagi UPTD Metrologi untuk mensosialisasikan kepada masyarakat betapa pentingnya kegiatan ini.

Mengacu pada Undang-undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal, alat UTTP yang wajib ditera dan ditera ulang adalah alat UTTP yang secara langsung atau tidak langsung digunakan atau disimpan dalam keadaan siap pakai untuk menentukan hasil pengukuran, penakaran atau penimbangan. Alat UTTP tersebut digunakan untuk kepentingan umum, usaha, menyerahkan atau menera barang, menentukan produk akhir dalam perusahaan dan melaksanakan peraturan perundang-undangan. Sedangkan alat UTTP yang dibebaskan dari tera ulang adalah UTTP yang digunakan untuk pengawasan (kontrol) di dalam perusahaan. Sanksi bagi pemilik alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya yang tidak menera ulang yakni pidana penjara selama-lamanya satu tahun dan atau denda setinggi-tingginya Rp 1 juta. (id).

 

Tags: , , , ,