Assesment e-Government Kota Solok

Assesment e-Government Kota Solok

Solok, (InfoPublikSolok) – Dalam mewujudkan Kota Solok sebagai smartcity dan Serambi Madinah, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok secara resmi mengadakan acara pembukaan Assesment e-Government Kota Solok Tahun 2019, yang dilaksanakan di aula Bappeda Kota Solok, Senin pagi (2/12).

Hadir pada kesempatan ini, Asisten I Bidang Pemerintahan, Nova Elfino, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok, Zulfadli dan Sekretaris, Lusya Adelina,Tim Asesor dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan BPPTIK, Herry Abdul Aziz dengan Niki Maradona dan Asesor Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Barat, Lizda Handayani. Peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari Kepala Perangkat Daerah beserta Kasubbag Program/ Kasubbag Tata Usaha.

Dalam laporannya, Zulfadli  menyampaikan, maksud dilaksanakannya assesment e-Government ini adalah untuk mendapatkan indeks pemeringkatan e-Government dalam rangka pengukuran pencapaian indikator kinerja RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) tahun 2016-2021.

Asisten I Bidang Pemerintahann, Nova Elfino memaparkan, Pemeringkatan e-Government Indonesia (PeGI) merupakan kegiatan yang diadakan untuk melihat peta kondisi pemanfaatan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) oleh lembaga-lembaga pemerintah secara nasional yang melibatkan instansi-instansi di lingkungan pemerintah di seluruh wilayah Indonesia.

“Mengingat pentingnya Assesment (penilaian) untuk pengukuran indeks e-Government dan dampaknya terhadap penyelenggaraan pemerintahan, diharapkan agar dapat diikuti dengan baik, sehingga termotivasi dalam pelaksanaan tata kelola pemerintah bebasis Teknologi Informasi dan dapat diimplementasikan dengan benar,” ujar Nova Elfino.

Pada sesi selanjutnya Niki Maradona menyebutkan, “Salah satu cara untuk mengetahui faktor-faktor yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan dalam implementasi e-Government, suatu instansi pemerintah dapat belajar dari instansi pemerintah lainnya dan menjadikannya tolak ukur. Caranya yaitu dengan mengumpulkan informasi tentang apa yang dilakukan secara elektronik oleh instansi tersebut, teknologi apa yang mereka gunakan dan masalah apa saja yang mereka hadapi. Dari informasi ini nantinya bisa diketahui rancangan strategi ke depan dan bagaimana solusi memecahkan masalah yang dihadapi,” pungkasnya.

Tim Asesor Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Barat mengatakan, pemerintah dapat mempelajari faktor sukses implementasi seperti di Jawa Barat sebagai acuan dalam implementasi e-Goverment di daerah Kota Solok, melihat faktor kesuksesan implementasi e-Government hanya dari input yang ada pada pemerintahan.

“Perlu diukur dari sisi output yaitu tingkat pemanfaatan dan dampak yang dirasakan tidak hanya oleh internal pemerintahan namun juga oleh masyarakat,” tambah Lizda Handayani.

Lebih lanjut Herry Abdul Aziz memaparkan, “e-Government adalah penyelenggaraan pemerintah dengan dukungan internet. Dengan penggunaan TIK ini mentransformasi relasi antar pemerintah, pemerintah dengan bisnis maupun pemerintah dengan masyarakat. Selain itu e-Government ini juga menciptakan pemerintahan yang lebih baik, meminimalisasi korupsi, meningkatkan transparansi, serta meningkatkan pendapatan, “pungkas Herry. (gra)

Tags: , , , , , , ,